Berawal dari sebuah pertanyaan, akhirnya diketahuilah bahwa Dasa Dharma mengalami perkembangan.

Teks Dasa Dharma mengalami perkembangan dari generasi ke generasi sesuai dengan pola pikir, situasi, dan kebutuhan para pemimpin dari kurun waktu ke kurun waktu berikutnya. Tahun 1961 – Dasa Darma merupakan manifestasi dari jani pandu, hanya saja perkataan “Pandu” diubah menjadi “Pramuka”, (Sumber: Sri Saprapto tahun 2007).

Teks Dasa Darma yang termuat dalam Anggara Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden nomor 238 Tahun 1961 hanya berlangsung beberapa bulan setelah diundangankannya yang bunyinya sebagai berikut:
1. Pramuka itu dapat dipercaya.
2. Pramuka itu setia.
3. Pramuka itu sopan dan perwira.
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap Pramuka.
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk.
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa.
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah.
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran.
9. Pramuka itu hemat dan cermat.
10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
(Sumber: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 1987, Patah Tumbuh Hilang Berganti, hal. 66-67).

Dalam Musyawarah Kerja Ampuda III, teks Dasa Darma mengalami perubahan yang didahului dengan adanya kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Fuad Hassan, yang kemudian dilegitimasi dengan turunnya Keppres No. 156 Tahun 1966, yang bunyinya sebagai berikut:
1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha.
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan Patriot Indonesia yang setia.
3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat.
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan untuk kemuliaan Indonesia.
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Indonesia.
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya, bersusila, dan berbudi luhur.
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cerdas, dan bersahaja.
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran.
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggung-jawab, dan gembira untuk dapat berguna.
10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin.
(Sumber: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 1987, Patah Tumbuh Hilang Berganti, hal. 66-67).

Teks ini dikumandangkan dalam “Apel Besar Gerakan Pramuka tanggal 19 Agustus 1966 dibacakan oleh Henny, seorang Penggalang Puteri sampai 3 kali, maksudnya agar dapat dicamkan benar-benar.

Perkembangan berikutnya adalah Dasa Darma yang sekarang ini adalah yang tercantum dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tahun 1973, hingga Anggaran Dasar berikutnya, yang bunyinya sebagai berikut:

DASA DARMA
Pramuka itu :
1. Takwa pada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggunngjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Sungguh pun demikian bagaimana melaksanakan Dasa Darma dari kurun-ke kurun waktu berikutnya, belum pernah dijabarkan dalam pedoman pengamalan yang lebih jelas dan rinci dalam bentuk teks. Oleh karena itu tim ini mencoba membuat acuan bagaimana melaksanakan Dasadarma Pramuka bagi Pelatih dan Pembina Pramuka.

 

Narasumber:

Kak Asep Supardi MT