STRATEGI PEMASARAN

 

 

PENDAHULUAN

 

Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

 

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Maka manusia ini memilih air mineral kemasan yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan tentunya mudah dibawa juga.

 

Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran disebut pemasar. Seorang pemasar sangat penting memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

 

Pemasaran yang lebih dikenal dengan istilah marketing lahir sebagai ilmu berawal dari ilmu periklanan (advertising). Marketing pertama kali diajarkan di dalam kelas oleh ED. Jones pada tahun 1906 di University of Michigan dan kemudian oleh Simon Litman di University of California pada tahun yang sama. marketing selanjutnya lebih dipandang sebagai ilmu distribusi (distribusi masal). Sedangkan dipandang dari sudut advertising, marketing sudah berkembang lebih dulu pada paruh terakhir abad 19 melalui penerbitan buku-buku yang berhubungan dengan advertising. Untuk kemudian marketing diajarkan dengan tiga elemen utama, yaitu advertising, selling, dan distribution. Dan selanjutnya secara perlahan unsur-unsur lain pun mulai dimasukkan dalam pemikiran-pemikiran marketing, di antaranya konsep konsumsi, perilaku pasar, dan seterusnya.

 

 

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PEMASARAN (MARKETING)

 

Perkembangan pemikiran marketing sebagai ilmu sendiri lahir karena berbagai faktor, yaitu:

  • Keberadaan Ilmu Ekonomi sebagai Bagian dari Ilmu-Ilmu Sosial

Sebagai ilmu sosial peran dasar ilmu ekonomi adalah menganalisis dan memecahkan masalah-masalah sosial masyarakat yang berhubungan dengan ekonomi. Pemecahan ini tidak selalu dapat dipecahkan secara makro, pemecahan secara mikro juga dibutuhkan. Orang per orang baik secara individu ataupun kelompok membutuhkan pemecahan atas masalah mereka secara individualized. Pemecahan ini tentu saja membutuhkan analisis yang bersifat teoritis-matematis seperti dalam ilmu ekonomi dan membutuhkan analisis yang benar-benar sesuai dengan tantangan ruang dan waktu serta konteks masalah pada saat itu.

  • Kegagalan Ilmu Dasar Ekonomi

Ilmu-ilmu dasar ekonomi telah dianggap gagal memecahkan dan menganalisis masalah-masalah ekonomi yang terjadi. Bebepara teori dasar dalam ekonomi mikro seperti hukum permintaan, teori kepuasan marginal, teori pelaku konsumen, dan sebagainya, dianggap tidak memadai untuk menjelaskan kompleksitas permasalahan-permasalahan aktual ekonomi.

  • Perkembangan Masyarakat dan Pola-Pola Kehidupan Zaman

Zaman industri telah membuat perubahan yang signifikan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang pada akhirnya disebut sebagai zaman modern. Tetapi perlu disadari bahwa perkembangan masyarakat post-modern tidak lagi bertumpu pada kelompok-kelompok masyarakat, tetapi pada kehidupan yang bersifat individualized, yang kemudian dikenal sebagai era informasi. Perkembangan pemasaran (marketing) sebagai ilmu pada paruh kedua abad 20 turut dipengaruhi oleh para pemikir futuristic yang telah memperkirakan arah perkembangan dunia menuju era informasi tersebut.

 

  • Runtuhnya Sistem Komunisme Dunia

Dengan runtuhnya sistem komunisme dunia, dunia menjadi terbuka bagi aktivitas ekonomi. Negara-negara yang tadinya menganut sistem ekonomi komando, beralih untuk mempelajari sistem ekonomi pasar, dan ilmu aplikatif yang paling digemari adalah ilmu pemasaran.

 

Selain dari latar belakang lahir dan berkembangnya ilmu pemasaran, kita perlu mengenal beberapa hal mendasar dalam sejarah pemasaran. Pemasaran ini dimulai dari kegiatan pertukaran entah antar pribadi, kelompok, dan seterusnya. Pertukaran ini membutuhkan suatu konsesus bersama di antara pihak-pihak yang melakukan pertukaran tersebut. Tetapi pertukaran ini tidak dapat disebut sebagai ilmu pemasaran karena sebenarnya kegiatan tersebut lebih bersifat praktis ekonomi semata.

 

 

TEORI PEMASARAN

 

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui perantara pedagang ke konsumen. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.

 

Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang/jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN

 

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya”. Sehingga dalam menjalankan usaha (usaha kecil khususnya) diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya.

 

Menurut W. Y. Stanton, pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.

 

Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen, yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan, yaitu:

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan senua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

 

Selanjutnya bagaimana caranya agar kegiatan pemasaran sesuai dengan misi Perusahaan?

Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Untuk kegiatan bisnis skala kecil, dimana pemilik tidak memiliki karyawan dalam jumlah besar, ini artinya perusahaan memerlukan cara berpikir yang menyeluruh pada saat ia menerapkan strategi pemasaran, yaitu serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

 

 

Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing, dan masyarakat.
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik, dan sosial/budaya.

 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :

  1. Dari sudut pandang penjual:
    1. Tempat yang strategis (place)
    2. Produk yang bermutu (product)
    3. Harga yang kompetitif (price)
    4. Promosi yang gencar (promotion)
  2. Dari sudut pandang konsumen:
    1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants)
    2. Biaya konsumen (cost to the customer)
    3. Kenyamanan (convenience)
    4. Komunikasi (communication)

 

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan auatu perusahaan. Kemudian perusahaan harus dapat benar-benar menciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen, sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

 

 

STRATEGI PEMASARAN 4P (+3P)

 

Dalam aktivitas memasarkan produk, pemasar membuat keputusan dan menggunakan berbagai kaedah untuk mendapatkan respon positif dari sasaran. Jerome McCarthy telah mengklasifikasikan kebanyakan kaedah tersebut kepada empat group utama, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion yang merupakan bauran pemasaran yang biasa digunakan oleh pemasar yang biasa disebut sebagai strategi pemasaran 4P.

 

Untuk mencapai objektif pemasaran melalui strategi 4P, pemasar perlu memanipulasi dengan cara yang paling efektif di antara variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran tersebut supaya menghasilkan respon yang optima di kalangan pelanggan sasaran. 

 

Secara ringkas, antara variabel yang dimaksudkan bagi setiap P berkenaan ialah:

Product

Price

Place

Promotion

  • Variety
  • Quality
  • Design
  • Features
  • Brand name
  • Packaging
  • Sizes
  • Service/Support
  • Returns/Benefits
  • Warranties
 
  • List price
  • Discounts
  • Allowances
  • Payment period
  • Credit terms
 
  • Channel
  • Coverage
  • Assortments
  • Location
  • Inventory
  • Logistics
  • Service level

 

  • Sale promotion
  • Advertisement
  • Personal selling
  • Public relations
  • Message
  • Media
  • Budget

 

 

  • Product: di era pemasaran yang banyak persaingan pada saat ini, upaya mengemukakan produk yang lebih kompetitif sangat penting. Factor-faktor lain selain quality seperti variety untuk pilihan kesesuaian reka bentuk, kaedah pembungkusan, manfaat penggunaan, serta berbagai atribut dari produk perlu diperhatikan untuk menarik perhatian pelanggan. Seterusnya setelah produk diterima di pasaran, pemasar perlu juga mengadakan berbagai insentif untuk memberitahukan sebab mengapa pengguna perlu menggunakan produk yang ditawarkan.

 

  • Price: umumnya menjadi sebuah fakta bahwa harga melambangkan kualitas produk. Tetapi dalam realita pemasaran,  fakta tersebut tidak selamanya benar untuk dijadikan asas patokan harga yang strategis. Strategi penetapan harga menjadi penting di atas kesadaran pemasar bahwa factor harga berperan dalam mempengaruhi pengguna untuk membeli dan menjadi pelanggan sesuatu produk.

 

  • Place: strategi penempatan member penekanan kepada aspek saluran pengedaran produk yang berfungsi menyampaikan produk kepada sasaran/pengguna. Menawarkan produk secara benar, di tempat/lokasi yang tepat dan pada saat yang tepat pula adalah tujuan dari strategi ini. Bagaimana produk ditempatkan di kalangan pengguna, begitu juga peneriman mereka. 

 

  • Promotion: terdapat anggapan bahwa produk yang berkualitas akan terjual dengan sendirinya. Tetapi dalam strategi promosi, pemasar memperkenalkan produk yang hendak ditawarkan kepada pengguna. Dalam usaha tersebut berbagai kaedah promosi perlu dilaksanakan agar pengguna mengetahui, memahami dan seterusnya membuat keputusan untuk menggunakan produk. Tanpa sebuah promosi, pemasaran produk yang berkualitas sekalipun tidak akan menjadi industri aktif dan industri sukar memperoleh tahap kompetitif yang dikehendaki di pasaran. 

 

Sementara itu, sebagai tambahan kepada 4P di atas, Booms & Bitner telah menambah 3P lagi kepada bauran pemasaran, yaitu People, Process, dan Physical Evidence.

  • People: factor manusia dalam aktivitas penyampaian produk di pasaran sangat penting. Inisiatif dari aspek kebolehan, kemampuan, dan kepakaran para pekerja dan pihak pengurus di industri perlu juga diberi perhatian dalam strategi meningkatkan keupayaan pemasaran. 
  • Process: proses/aliran kerja termasuk arahan dan prosedur yang tepat bagi setiap aktivitas merupakan elemen yang akan menentukan kesan dan keberhasilan pemasaran.
  • Physical Evidence: kebolehan dan keupayaan industri dalam penyampaian produk harus disesuaikan dengan umumnya pasaran dimana produk diberikan. Ini akan meningkatkan lagi kesan dalam berkomunikasi dan melaksanakan penyampaian produk, khasnya dalam aspek kepuasan kepada pengguna sasaran.

 

Strategi pemasaran 4P bisa dikatakan sebagai tindakan empat serangkai oleh pemasar untuk menawarkan produk kepada pelanggan sasaran dengan cara yang lebih efektif. Sementara 3P adalah sebagai pelengkap yang khususnya disarankan bagi industri yang menawarkan produk jenis jasa/servis.

 

Di dalam strategi pemasaran perusahaan erat kaitannya dengan 3 kekuatan dasar utama yang meliputi: Pelanggan, Perusahaan dan Persaingan. Pada konsep pemasaran yang strategis selalu memfokuskan diri pada cara-cara ikut terjun dalam persaingan dimana perusahaan dapat secara efektif menempatkan diri terhadap pesaingnya. Dalam hal ini, kemampuan memberikan nilai lebih pada pelanggan adalah kata kunci yang dikembangkan dengan lebih optimal.

 

Pada sebuah artikel tentang Concept of Strategic Marketing disebutkan pula bahwa strategi pemasaran yang baik mencakup tiga hal berikut:

  1. Definisi pasar yang jelas.
  2. Kolaborasi yang baik antara kekuatan perusahaan dan kebutuhan pasar.
  3. Kinerja perusahaan yang unggul, aktif dan responsive terhadap berbagai kondisi persaingan.

 

Berdasarkan interaksi lanjutan, pembentukan strategi pemasaran memerlukan tiga keputusan sebagai berikut:

  1. Dimana berkompetensi (Where to compete)
  2. Bagaimana berkompetensi (How to compete)
  3. Kapan untuk terjun dalam kompetisi (When to compete)

 

Banyak hal yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan strategi pemasaran. Tentunya pemberdayaan secara berkelanjutan atas seluruh asset perusahaan akan menambah kemampuan perusahaan dalam bersaing dan berkompetisi.

 

ASPEK PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN

 

Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami penurunan. Pada tahap ini besarnya permintaan produk serta kecenderungan perkembangan permintaan yang akan datang selama usaha yang dijalankan perlu dianalisis dengan cermat. Tanpa perkiraan jumlah permintaan produk yang cermat dikemudian hari usaha dapat terancam yang disebabkan karena kekurangan atau kelebihan permintaan. Tidak sedikit usaha berjalan tersendat-sendat hanya karena permintaan produknya jauh lebih kecil dari perkiraan, ataupun karena sebelum mengembangkan usaha tidak dilakukan analisis perkiraan permintaan. Kekurangan permintaan produk mengakibatkan mesin dan peralatan bekerja di bawah kapasitas, jumlah karyawan yang berlebihan, organisasi perusahaan tidak sepadan sehingga beban biaya menjadi berat. Oleh karena itu, maka analisis aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha agribisnis menjadi sangat penting untuk dilakukan.

 

 

MANAJEMEN PEMASARAN

 

Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

 

Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut “Konsep Pemasaran”.

 

Konsep Pemasaran

Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk dan penjualan.

Secara definitif, konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Tiga unsur konsep pemasaran:

  1. Orientasi pada konsumen
  2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
  3. Kepuasan konsumen

 

Konsep Dasar Strategi Pemasaran Perusahaan

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk. Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melakukan pertukaran dan transaksi jual beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran#Sejarah_pemasaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_pemasaran

http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,33,strategi-pemasaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran

http://infosky.wordpress.com/2008/04/11/strategi-pemasaran-4p3p/

http://www.dukonbesar.com/2009/11/konsep-dasar-strategi-pemasaran-perusahaan.html

http://nissanellys.blogspot.com/20/11/10/teori-pemasaran-aspek-pasar-dan.html?zx=47630d493312b478&m=1