Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi atau mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh.

Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

Telinga adalah dua hal dari bagian wajah kita yang kelihatan paling aneh, dan telinga yang cacat atau tidak menarik bentuknya telah menjadi objek koreksi melalui operasi selama beribu-ribu tahun. Sebaliknya, signifikansi telinga kita telah diakui setidaknya karena kita mencoba untuk mempercantiknya. Telinga memiliki peranan penting dalam mitilogi dan agama. Orang-orang mesir kuno menganggap telinga sebagai pemegang nafas kehidupan. Mereka percaya bahwa “udara kehidupan” memasuki telinga kanan, sedangkan “udara kematian” masuk ketelinga kiri.(Body Signs:111)

Telinga juga sebuah simbol yang sangat penting dalam masa-masa awal Kristen;Maria dikatakan mengandung Yesus lewat telinganya dengan “mendengar firman Tuhan.” Malah banyak lukisan masa awal Kristen yang menggambarkan bayi Yesus turun dari surga menuju telinga Maria. 

TANDA WAKTU

Mumi manusia paling tua di dunia punya telinga yang ditindik. Ditemukan di sebuah glasier Australia pada tahun 1991, mumi berusia 5.000 tahun ini punya sejumlah lubang di kedua telinganya yang diameternya kira-kira 6-12 mm.

I. Bagian telinga

Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

A. Telinga luar

Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis.

Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam.

Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit gula)

Telinga luar yang disebut pinna juga meningkatkan kemampuan kita untuk mendengar dengan menyalurkan gelombang-gelombang suara ke telinga dalam kita. Dibalik kemampuannya yang terkenal untuk memproses gelombang suara, telinga ternyata mengirimkan sinyal-sinyal mengenai kesehatan kita. (Body Signs:112)

B. Telinga tengah

Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang pendengaran (martil atau malleus, landasan atau incus, dan sanggurdi atau stapes). Saluran Eustachius juga berada di telinga tengah.

Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran. Masing-masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput.

Pada manusia, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang pesawat terbang merasa ‘tuli sementara’ saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap.

Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media.

C. Telinga dalam

Potongan melintang koklea. Endolimfe terdapat di skala media – daerah hijau terang pada tengah diagram.

Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe.

Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga bagian yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval, sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat.

Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.

Organ Keseimbangan : Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat Indra Pengatur Keseimbangan atau organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran atau Saluran Gelung atau semisirkular. Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan Tubuh dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf Pendengaran.

Gendang telinga atau membrana tympani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga dalam. Ia berfungsi untuk menghantar getaran suara dari udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah.

Gendang telinga secara anatomi dibagi 2 yaitu pars tensa (tegang) dan pars flaksida,

  1. Pars tensa, sebagain besar gendang telinga merupakan pars tensa, terdiri dari 3 lapis, bagian luar lanjutan kulit liang telinga, di tengah jaringan ikat, dan bagian dalam yang mengarah ke telinga tengah, merupakan lanjutan mukosa telinga tengah.
  2. Pars flaksida, bagian atas gendang telinga (daerah atiq), hanya terdiri dari dua lapis tanpa jaringa ikat di bagian tengah.

Kerusakan gendang telinga berupa bolong/pecah (perforasi) terutama disebabkan infeksi telinga tengah (Otitis Media), namun dapat juga karean trauma. Kerusakan pada gendang telinga dapat menyebabkan tuli yang konduktif. Tuli konduktif adalah hilangnya pendengaran karena tidak dapat tersampaikannya getaran suara. Jenis tuli lainnya yaitu tuli sensorik yang disebabkan rusaknya sistem saraf pendengaran.

II. Telinga dan pendengaran

Bagian-bagian telinga

Telinga dibagi menjadi tiga bagian yakni telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam (lihat gambar). Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga dan saluran telinga. Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (timpani), tulang pendengaran (tiga tulang kecil yang diberi julukan martil, landasan, sanggurdi) dan saluran eustasius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Telinga dalam terdiri dari 3 saluran setengah lingkaran yang berperan untuk mengendalikan keseimbangan dan rumah siput.

  1. A.    Cara kerja telinga manusia

Ketika gelombang bunyi nyasar di telinga luar , gelombang bunyi kemudian merambat sepanjang saluran telinga hingga mencapai gendang telinga (timpani). Ingat ya, gelombang bunyi merupakan getaran yang merambat baik melalui medium padat, cair maupun gas. Dalam hal ini medium yang dilalui oleh gelombang bunyi akan merapat dan merenggang sepanjang arah perambatan gelombang bunyi. Bayangkan saja seperti pegas yang merapat dan meregang jika didorong maju mundur… Untuk persoalan di atas, ketika gelombang bunyi merambat sepanjang saluran telinga, udara yang berada dalam saluran telinga sebenarnya merapat dan meregang atau bergerak maju mundur. Udara yang bergerak maju mundur tersebut akan menggerakkan udara yang berada di depannya. Demikian seterusnya… udara sendiri tidak merambat, udara cuma bergerak maju mundur saja… karena udara yang bergerak maju mundur tersebut menggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang ada di depannya maka akan timbul getaran yang merambat sepanjang udara tersebut… Nah, udara yang ada di dekat gendang telinga selanjutnya menggetarkan gendang telinga… tentu saja gendang telinga bergetar. Getaran gendang telinga ini selanjutnya diteruskan ke telinga bagian dalam (lewat jendela oval) melalui tulang martil, landasan dan sanggurdi… namanya aneh-aneh.

Getaran yang merambat lewat jendela oval selanjutnya melewati saluran vestibular hingga mencapai saluran timpani. Antara saluran timpani dan saluran vestibular terdapat sebuah saluran yang diberi julukan pembuluh rumah siput. Pembuluh rumah siput dan saluran timpani dipisahkan oleh sebuah membran yang diberi julukan membran basilar.

Pada membran basilar ini terdapat “organ corti” yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Organ corti ini menempel di membran basilar. Gelombang bunyi yang melewati saluran timpani tadi akan menimbulkan riak pada membran basilar dan organ corti yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Jadi pada membran basilar dan organ corti inilah energi yang dibawa oleh gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik yang selanjutnya dikirim ke otak melalui syaraf pendengaran.

 

  1. B.     Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga

 Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Bunyi bisa terdengar oleh telinga manusia jika terjadi getaran di udara atau medium lain yang sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.

 Alat telinga dan pendengaran manusia secara terus-menerus bekerja sebagai pintu masuk komunikasi dan informasi melalui suatu proses transformasi yang rumit dan kompleks untuk menginterpretasikan getaran suara dan bunyi lingkungan. Tanpa kita sadari, manusia tidak luput dari berbagai faktor bahaya yang dapat mengganggu fungsinya. Salah satunya adalah paparan bunyi lingkungan yang makin bising, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran maupun kesehatan pada umumnya.

 Bising yang kontinu di atas 85 desibel tidak hanya akan menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi berbagai penelitian membuktikan terjadinya peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, meningkatnya emosi, dan berbagai kelainan akibat stres. Seperti kita ketahui, banyak sekali jenis kegiatan yang melebihi ambang 85 desibel tersebut, misalnya peralatan mesin, lalu lintas ramai, musik yang menggunakan loudspeaker, permainan, dan aktivitas rekreasi lainnya. Dengan demikian, yang paling rentan adalah para pekerja pembangunan dan pabrik, mereka yang beraktivitas dan tinggal dipinggiran jalan raya, dan anak-anak.

 Otot di telinga tengah manusia yang bekerja secara terus-menerus tidak akan mampu bertahan pada keadaan bising yang terlalu kuat dan kontinu sehingga terjadilah stimulasi berlebih yang merusak fungsi sel-sel rambut. Kerusakan sel rambut dapat bersifat sementara saja pada awalnya sehingga akan terjadi ketulian sementara. Akan tetapi, kemudian bila terjadi rangsangan terus-menerus, terjadi kerusakan permanen, sel rambut reseptor yang berfungsi untuk meredam getaran akan berkurang sampai menghilang dan terjadi ketulian menetap.

 Ketulian akan terjadi pada kedua telinga secara simetris dengan mengenai nada tinggi terlebih dahulu, terutama dalam frekuensi 3.000 – 6.000 Hz. Sering kali juga terjadi penurunan tajam (dip) hanya pada frekuensi 4.000 Hz, yang sangat khas untuk gangguan pendengaran akibat bising. Karena yang terkena adalah nada yang lebih tinggi dari nada percakapan manusia, sering kali pada awalnya sama sekali tidak dirasakan oleh penderitanya karena belum begitu jelas gangguan pada saat berkomunikasi dengan sesama.

 Perlu dipahami bahwa makin tinggi paparan bising, makin berkurang jangka waktu paparan yang aman. Misalnya pada 115 desibel (konser musik rock), 15 menit saja sudah berbahaya, pada 130 desibel (mesin jet), dua menit saja dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Musik orkestra klasik dan gamelan juga dapat memberi paparan kebisingan lebih dari 85 desibel, tetapi berbeda dengan bising industri, intensitasnya intermiten, bergantian antara bagian yang keras dan pelan, serta variasi nada yang cukup luas, sehingga terbukti kurang berbahaya bagi pendengaran. Walaupun demikian, tetap ditemukan kasus pada sebagian pemusik, yaitu antara 10 sampai 50 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.

Bila terjadi ketulian akibat bising, tidak dapat baik kembali dan memerlukan alat bantu mendengar yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik menghindari kebisingan dan berbagai kiat. Caranya? Menghindari bising, mengurangi volume bunyi sekitar, dan menggunakan alat pelindung. Seperti pendapat Helen Keller–yang tuli dan buta sejak usia balita–ketika ditanyakan, andaikata ia mendapat kesempatan kedua, manakah yang ingin dihilangkannya? Ia menjawab, ingin terlahir kembali tanpa ketulian karena kebutaan memisahkannya dari benda-benda, sedangkan ketulian memisahkannya dari manusia.

 

D. Kenali dan Bersihkan Telinga dengan Benar

Tidak sedikit orang yang membersihkan telinga dengan cara yang salah. Padahal kesalahan ketika membersihkan telinga dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Untuk lebih berhati-hati, ada baiknya jika anda mengenal dulu apa saja yang ada pada telinga.

Telinga terdiri dari 3 bagian yakni bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian luar dan tengah berperan penting dalam pengumpulan serta pengiriman suara. Sedangkan telinga bagian dalam memiliki mekanisme agar tubuh tetap seimbang dan bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Melalui lubang telinga, suara yang masuk akan menggetarkan selaput kaca pendengaran dalam rongga telinga. Getaran ini akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran sampai ke tulang sanggurdi. Cairan dalam rumah siput (cochlea) pun ikut bergetar. Gerakan cairan ini membuat sel-sel rambut terangsang.

Rangsangan inilah yang ditangkap saraf pendengaran yang akhirnya diteruskan ke otak. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20 – 20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).

Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri.

Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali.

Demikian mekanisme kerjanya dalam membersihkan telinga secara alami. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.

Menurut dr Entjep Hadjar, ahli penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dalam sebuah artikel, membersihkan kotoran telinga sebenarnya cukup sebatas daun telinga saja, tidak perlu sampai ke liang telinga. Sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras.

Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, harus segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol gliserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut. Kotoran yang sudah pecah disemprot atau dikorek keluar. Infeksi yang barangkali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotika.

Di samping bisa mengakibatkan infeksi, kotoran membatu tadi akan menyebabkan telinga terasa sakit atau agak tuli sehabis berenang. Sebab air yang masuk akan terhalang keluar. Bahkan, kalau lubang telinga yang tersumbat hanya sebelah, bisa mengakibatkan pusing atau vertigo (berputar), terutama bila anda berenang di air dingin.

Gangguan pada telinga yang tersumbat kotoran bisa juga muncul saat naik pesawat udara. Pasalnya, udara yang masuk pada saat tekanan tinggi tidak dapat keluar dengan leluasa. Akibatnya telinga akan terasa sakit bahkan yang paling mengkhawatirkan kalau sampai gendang telinga pecah.

Nah, pembagian permen yang biasa dilakukan oleh para pramugari di atas pesawat sebelum lepas landas itu secara tak langsung sebenarnya berguna untuk kesehatan telinga kita. Mengunyah sesuatu atau mengulum permen bisa menyeimbangkan udara yang masuk melalui telinga, agar udara tidak terkunci di dalam.

 

III. Aku dan Telingaku

A. Tanda Telinga yang Mungkin DILIHAT ORANG LAIN TELINGA MERAH

Tanda Waktu

Kasus pertama operasi plastic pada telinga digambarkan terjadi pada tahun 600 SM oleh ahli bedah asal India Sushruta. Dia menggunakan daging dari pipi pasien untuk membentuk kuping telinga yang hilang.

            Telinga merah mungkin juga tanda adanya infeksi telinga dan juga penyakit-penyakit kulit semacam psoriasis, eksem, atau rosacea. Telinga merah juga bisa menandakan sebuah kondisi, yang dengan pas dinamai sindrom telinga merah (red ear syndrome), dimana salah satu telinga menjadi merah, panas, dan kadang-kadang sakit. (Body Signs:113)

 

Tanda Waktu

Patung kaisar Romawi Hadrian (76-138 M) dengan jelas memperlihatkan bahwa diapunya lipatan telinga di kedua telinganya. Para ahli sejarah mencatat bahwa hidungnya sering mengeluarkan darah, tanda umum hipertensi. Mereka percaya kematiannya mungkin akibat gagal jantungyang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

 

B. Lipatan Cuping Telinga

Sejak pertama kali dilaporkan dalam literature pada tahun 1973 oleh S.T Frank, hubungan antara penyakit jantung dan diabetes dan lipatan telinga diagonal-atau tanda frank, demikian sebutannya kadang-kadang-telah di pertanyakan oleh beberapa peneliti. Namun, beberapa studi terkini tampaknya menegaskan hasil observasi Frenk itu. (Body Signs:114)

 

C. Telinga yang Tidak Serasi

Fakta Penting

Mamalia (termasuk manusia) adalah satu-satunya makhluk hidup dengan telinga luar yang terbuat dari tulang rawandan bukan sekadar kulit.

            Telinga yang cacat bentuk kadang-kadang bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit keturunan atau gangguan congenital (sudah ada sejak lahir). Kondisi-kondisi ini, yang  mencakup Down syndrome dan Fragile X syndrome. (Body Signs:115)

 

Fakta Penting

Telinga (dan juga hidung) tumbuh terus seumur hidup anda.   

            Telinga berbentuk aneh mungkin saja sebuah tanda yang baru muncul kemudian sebagai kebalikan dari tanda kongenital, sebagaimana dalam kasus  telinga kembang kol (cauliflower ear) yang terkenal itu.

Tanda Peringatan

Telinga kembang kol (cauliflower ear) pada non-atlet mungkin suatu tanda yang mengungkapkan adanya penganiayaan fisik terhadap pasangan atau lainnya. (Body Signs:116)

 

  1. Kotoran Telinga yang Berlebihan

Fakta Penting

Orang-orang keturunan Eropa dan  Afrika biasanya mempunyai kotora telinga yang basah, lengket, dan berwarna coklat; keturunan Amerika asli dan Asia cenderung mempunyai kotoran telinga yang kering, berpasir, berwarna abu-abu atau krem. Perempuan dengan kotoran telinga yang basah ternyata beresiko terkena kanker payudara. Memang, perempuan jepang dengan kotoran telinga basah mirip orang Eropa memiliki angka kanker payudara yang lebih tinggi daripada perempuan jepang dengan kotoran telinga tipe Asia yang kering

        Kotoran telinga secara medis  dikenal sebagai serumen, kotoran telinga terutama disusun oleh serumen (sejenis lilin) dan sebum (sejenis minyak), kotoran telinga ada dua jenis yaitu kotoran telinga basah dan kotoran telinga kering yang ditentukan secara genetis.

 

Tanda Berhenti

Apabila Anda mendengar bahwa pemasangan lilin pada telinga secara medis disebut ear coning-bagus untuk mengangkat kotoran telinga, coba simak ini. Beberapa penelitian terkini telah mematikan teori ini. Mereke telah menunjukan bahwa pemasangan lilin pada telinga-yaitu menempatkan sebuah tube berlapis lilin berlubang di telinga dan menyalakan ujung satunya-tidakhanya dapat merusak telinga dalam anda, tetapi juga membakar telinga dan juga wajah anda. Salah satu studi menemukan peraktik ini justru memperburuk keadaan –lilin justru menumpuk di dalam telinga. (Body Signs:117)

 

E. Telinga Berair

Tanda Bahaya

Apabila air yang keluar dari telinga kita berwarna darah, segera hubungi dokter Anda atau pergilah ke unit gawat dalurat.Itu mungkin tanda adanya tumor dib again luar atau tengah saluran telinga. Jika baru-baru ini Anda pernah terkena pukulan di kepala atau pernah menjalani operasi kepala, Anda mungkin mengalami kebocoran cairan sumsum tulang belakang, yang mengancam jiwa.

        Keluarnya cairan dari dalam telinga –secara medis dikenal sebagai otorrea-bisa jadi sebuah petunjuk bahwa telinga sedang membersihkan dirinya sendiri. Keluarnya cairan tanpa rasa sakit dari telinga bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernafasan atau infeksi. Bakteri, jamur, atau virus didalam telinga.

        Cairan yang keluar berwarna kuning mirip nanah menandakan adanya gendang telinga yang berlubang secara medis dikenal sebagai otitis media kronis. Yang bisa menyebabkan hilangnya pendengaran, polip telinga, kolesteatoma (kista mirip kulit di telinga tengah), dan mastoiditis (sejenis infeksi serius pada struktur tulang di belakang telinga). Jika tidak diobati, bisa menimbulkan meningitis dan bahkan kematian.

 

Tanda Waktu

Insisi Oscar Wilde menderita infeksi telinga sepanjang hidupnya. Setelah bebas dari penjara, dia akhirnya menjalani operasi telinga – ternyata untuk mengangkat kolestemanya. Sayangnya, dia meninggal beberapa minggu kemudian karena meningitis. Ironisnya, ayahnya, Sir William wilde-seorang spesialis matadan telinga yang terkemuka- memprakarsai sebuah prosedur operasi untuk mengobati mastoiditis dan mengangkat kolesteatoma, yang barangkali diterapkan pada putranya. Prosedur inihingga saat ini terkenal sebagai irisan atau insisi wilde. (Body Signs:118)

 

F. Tanda Telinga yang Hanya Dirasakan Oleh Kita Telinga Gatal

        Telinga yang gatal adalah tanda lain alergi atau kondisi-kondisi kulit semacam eksem dan psoriasis. Satu telinga yang gatal dapat pula menjadi tanda awal terjadinya telinga perenang (swimmer’s ear atau otitis eksterna), sebuah kondisi dimana saluran telinga luar terinfeksi bakteri atau jamur. Jika tidak diobati, akan timbul sebuah kondisi yang sangat menyakitkan dan berpotensi mengancam jiwa yang disebut malignant otitis eksterna, sejenis infeksi tulang.

 

Tanda Waktu

Orang-orang mesir kuno menggunakan boraks, lemak bebek, dan susu sapi untuk mengobati infeksi telinga-tengah. Susu manusia adalah obat yang dipilih  Hippocrates. Dia juga menasehati pasien-pasiennya untuk minum anggur manis dan menghindari mata hari, angin, dan ruang penuh asap. (Body Signs:119)

 

G. Telinga Tersumbat

        Anda yang sudah pernah terbang  barang kali tidak asing  dengan perasaan “telinga penuh”, tanda ini dikenal sebagai “telinga pesawat” (airplane ear) atau barotraumas, yang disebabkan oleh perubahan tekanan yang sangat cepat.

      Telinga tersumbat bisa menandakan beberapa kondisi medis  termasuk infeksi telinga tengah , gangguan persendian temporomandibula (temporomandibular joint disorder atau TMJ), dan kolesteatoma(lihat telinga berair, di atas). Telinga tersumbat juga bisa menjadi tanda penyakit Meniere, gangguan telinga dalam yang dapat menimbulkan pusing secara berkala. 

 

Tanda Waktu

Pola telinga kita, seperti pola sidik jari, bersipat unik.Hampir satu abad sebelum sidik jari di gunakan, Johann Caspar Lavater (1741-1801), seorang ahli teologi dan fisiognomis asal swiss, mengklasifikasi. (Body Signs:120-121)

 

H. Telinga Berdenging

“Mendengar”denging atau bunyi tapi sebenarnya tidak ada bunyi apapun, itu tandanya anda mengalami tinitus. Kata tinitus berasal dari bahasa latin yang berarti “berdenging atau bordering seperti sebuah bel.” Tinitus bisa pula menandakan adanya infeksi telinga atau sinus, TMJ, otosklerosis, atau penyakit meniere.

Tinitus juga bisa menjadi tanda peringatan terhadap sejumlah penyakit yang tidak berkaitan dengan telinga, termasuk alergi, anemia, hipotiroidisme, hipertensi, pengerasan arteri(arteriosklerosis), dan bahkan luka di kepala.

 

Tanda Berhenti

Memperdaya pikiran anda untuk menyingkirkan bunyi berdenging kadang-kadang membantu menutupi tinitus. Latihan konsentrasi dan relaksasi kadang-kadang juga menolong. (Body Signs:122-123)

 

I. Mendengar Detak Jantung Anda

Pulsatile tinnitus (alias objective tinnitus, karena bunyi tersebut dapat didengar selama suatu pemeriksaan fisik), kondisi itu bisa menjadi tanda peringatan adanya gangguan pembuluh darah seperti desiran jantung, hipertensi, atau mengerasnya pembuluh darah di jantung atau leher anda.

 

Tanda Bahaya

Jika anda mendengar bunyi berdenyut atau detak jantung di satu telinga dan mengalami sakit kepala parah, hubungi docter anda atau pergilah ke unit gawat dalurat. Itu mungkin tanda-tanda anda akan terkena stroke.  (Body Signs:124)

 

J. Sensitivitas Suara

Sensitivitas suara ekstrim yang klasik secara medis dikenal sebagai hiperakusis, sebuah kondisi langka yang menimpa sekitar 1 dari 50.000 orang. Ironisnya orang-orang dengan pendengaran rusak kadang-kadang justru super sensitive terhadap beberapa suara tertentu. Kondisi itu juga bisa menandakan defisiensi magnesium.

Bunyi normal dianggap mengganggu itu mungkin menandakan  adanya luka dikepala dan salah urat dileher, begitu pula depresi dan sindrom stress  pascatrauma (post-traumatic stress syndrome). (Body Signs:125)

 

K. Mendengarkan Bunyi Ledakan Keras Saat Sedang Tidur

Terbangun karena mendengar bunyi ledakan keras  di kepala tanda sebuah kondisi yang nyata, namun jarang, yang dengan tepat dinamai sindrom kepala meledak (exploding head syndrome).

 

Tanda Peringatan

Sensitivitas suara mungkin akibat minum terlalu banyak soda diet yang mengandung pemanis buatan aspartame. (Body Signs:126)

 

L. Mendengar Bunyi yang Tidak Didengar Orang Lain

Fakta Penting

Tulang terkecil di tubuh anda ada di telinga anda. Disebut stirrup, tulang ini ukurannya kira-kira sebesar satu butir beras.

Penderita skizofrenia sering mendengar suara-suara, yang disebut halusinasi pendengaran. Mendengar suara yang tidak di dengar orang lain  bisa menjdi tanda adanya beberapa gangguan serius semacam Lewy body dementia (LBD) atau demensia penyakit Parkinson. (Body Signs:127)

 

M. Kehilangan Pendengaran Secara Bertahap

Fakta Penting

Menurut  sebuah survey pemerintah, lelaki memang memiliki pendengaran  yang lebih lemah dari pada perempuan.dan orang dewasa kulit hitam memiliki pendengaran yang lebih tajam daripada orang dewasa kulit putih.

Pada orang lansia, kehilangan pendengaran secara medis dikenal sebagai presbikusis-bukanlah hal yang aneh, terjadi pada 75% lansia diatas 60 tahun, dan lebih menyerang laki-laki dari pada perempuan.

Perempuan muda kulit putih kelas menengah adalah yang paling beresiko terkena otosklerosis, dan perubahan hormone selama masa kehamilan mungkin memperparah kondisinya.

Hilangnnya pendengaran di satu telinga  terutama apa bila telinga anda berdenging dan merasa pusing  mungkin suatu tanda adanya neuroma akustik, sebuah tumor disaraf yang mengontrol pendengaran; tumor itu tidak bersifat kanker tetapi bisa membahayakan jiwa. (Body Signs:130)

 

N. Kehilangan Pendengaran Secara Mendadak

Secara medis kehilangan pendengaran secara mendadak  dikenal sebagai sudden sensorineural hearing loss(SSNHL), yang lebih umum disebut (sudden deafness).SSNHL didefinisikan sebagai hilangnya pendengaran  pada satu telinga yang berkembang dalam 72 jam atau kurang dari itu. Kehilangan pendengaran seperti ini sering terjadi pada orang-orang berusia 30 dan 60 tahun dan sering diiringi dengan rasa pusing.

Kondisi seperti ini  mungkin menandakan adanya meniere dan neuroma akustik. Itu juga mungkin menandakan  adanya autoimmune inner ear disease(AIED), sebuah kondisi radang telinga dimana system imun tubuh mengamuk dan keliru menyerang sel-sel di telinga dalam. Gangguan kehilangan pendengaran  mendadak secara sistemis  yang serius semacam multiple sclerosis, anemia sel sabit, infeksi bakteri atau virus, lupus eritematosus, dan kanker.

Fakta Penting

Ada dua alasan lagi untuk berhenti meroko:70% peroko lebih mungkin kehilangan pendengaran daripada mereka yang tidak meroko, dan hidup dengan seorang peroko menggandakan risiko kehilangan pendengaran. (Body Signs:131)

 

O. Penyakit pada telinga manusia

Beberapa penyakit telinga dapat menyebabkan ketulian sebagian bahkan ketulian total. Bahkan lagi, kebanyakan penyakit pada telinga bagian dalam dapat mengakibatkan gangguan pada keseimbangan. permasalahan yang terjadi pada telinga kita harus ditangani oleh dokter spesialis khusus yang disebut otolaryngologist, yang mana spesialist ini ahli dalam mengobati gangguan yang terjadi pada gendang telinga sampai pada telinga dalam yang luka akibat benturan fisik.

Othematoma : Pada beberapa kasus kelainan pada telinga terjadi kelainan yang disebut othematoma atau popular dengan sebutan ‘telinga bunga kol’, suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Kelainan ini diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir. (encharta ensiklopedi)

Penyumbatan : Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara.
Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi.
Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat.

Perikondritis : Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar.

Perikondritis bisa terjadi akibat:
– cedera
– gigitan serangga
– pemecahan bisul dengan sengaja.

Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. (medicastore)

Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini, misalnya tumor, cedera, eksim, otitis dan lain-lain.

 

IV. Keajaiban Telinga Manusia 

Allah telah menjadikan telinga kita dengan sempurna dan kita dapat mendengar bunyi di sekeliling kita tanpa sebarang gangguan. Allah telah menjadikan telinga kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak tidak dapat mendengar bunyi-bunyi yang akan mengganggu kita. Darah di dalam tubuh kita, sebagai contoh mengalir dengan begitu pantas dan ia menghasilkan bunyi yang banyak ketika proses peredarannya. Bagaimanapun, telinga kita tidak mendengar bunyi yang di hasilkannya. Bumi kita juga menghasilkan bunyi yang kuat ketika berputar. Tetapi Allah telah menjadikan telinga kita begitu ideal sehingga kita tidak dapat mendengar bunyi ini. Allah senantiasa memelihara kita. Sepanjang hidup kita, Allah tidak membiarkan kita mendengar bunyi-bunyi yang mengganggu kita.

Karena itu kita perlu bersyukur kepada Allah atas nikmatnya, Allah telah menjelaskan dalam ayat Al-Quran simak QS An Nahl (16): 78, ”Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia mengaruniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati akal pikiran supaya kamu bersyukur.”

Seseorang menyimpulkan tanggapan yang akan di berikan pada ingatan dari dalam sel, ingatan kurang dari sedetik, sebagai contoh ia memutuskan bahwa ia perlu mengucapkan ”salam”, seketika itu juga sel otak yang mengendalikan otot-otot wajah akan memerintahkan gerakan yang kita kenal sebagai ”senyum” perintah ini dengan cara serupa di teruskan melalui sel syaraf dan mendorong serangkaian proses rumit lain.

Pada saat bersamaan ,perintah lain telah di berikan ke pita suara di kerongkongan, lidah dan rahang bawah sehingga suara ”Assalamualaikum” di hasilkan oleh gerakan otot. Pada saat keluarnya suara, molekul udara mulai bergerak kearah orang yang di beri ucapan salam tadi. Daun telinga mengumpulkan gelombang suara tersebut yang telah menempuh jarak 20 kaki (enam meter) tiap seperlima detik.

Udara yang bergetar di dalam kedua telinga orang itu dengan cepat mengalir ke telinga bagian tengah. Gendang suara dengan garis tengah 0,3 inci (7,6) mulai ikut bergetar. Getaran ini kemudian di alihkan menuju tiga buah tulang bagian tengah tempat getaran itu di ubah menjadi getaran gerak yang di teruskan ke telinga bagian dalam. Kemudian getaran gerak tersebut menciptakan gelombang dalam cairan khusus di dalam suatu bentuk seperti cangkang siput yang di sebur rumah siput telinga (cochlea).

Di dalam rumah siput, berbagai nada suara di pilah-pilah, ada banyak serabut dengan ketebalan berbeda di dalam rumah siput seperti halnya pada alat musik harpa. Suara dari temannya tadi hakikatnya tengah memainkan nada harmoni pada harpa ini .Suara ”Assalamualaikum ” mulai dari nada rendah dan meningkat.

Pertama, serabut yang lebih tebal bergetar,baru kemudian di ikuti serabut yang lebih tipis, akhirnya, puluhan ribu benda berbentuk balok kecil mengalirkan getaran ini ke saraf pendengaran. Sekarang suara ”Assalamulaikum” menjadi sinyal listrik yang dengan cepat bergerak menuju otak melalui jaringan saraf-saraf pendengaran. Perjalanan di dalam saraf ini berlanjut hinga mencapai pusat pendengaran di dalam otak.

Hasilnya, dalam otak manusia yang sebahagian besar terdiri dari triliunan neuron menjadi sibuk menilai data penglihatan dan pendengaran yang di terima. Dengan cara ini, seseorang menerima dan mengindera salam dari temannya.

Sekarang ia membalas salam tersebut. Tindakan berbicara di wujudkan melalui keselarasan sempurna ratusan otot dalam sekejap kurang dari sedetik. Pemikiran yang di rancang dalam otak sebagai tanggapan ini dirumuskan ke dalam bahasa. Pusat bahasa otak yang di kenal sebagai wilayah Broca, mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh otot yang terkait.

Pertama, paru-paru menyediakan ”udara panas ”. Udara panas merupakan bahan baku bicara. Kegunaan utama ini adalah penghirupan udara yang kaya oksigen ke dalam paru-paru. Udara di hisap melalui hidung dan mengalir turun ke batang tenggorok menuju paru-paru. Oksigen dalam udara di serap oleh darah dalam paru-paru. Limbah darah, karbon dioksida, di keluarkan udara. Pada saat ini siap untuk meninggalkan paru-paru. Udara yang kembali dari paru-paru melewati pita suara di tenggorokan. Pita suara in menyerupai tirai yang amat kecil yang dapat ”ditarik” dengan kegiatan tulang rawan kecil tempat pita suara itu menempel.

Sebelum berbicara pita suara berada dalam keadaan terbuka. Selama berbicara, pita-pita ini tertarik sekaligus dan menyebabkan getaran dengan udara yang di hembuskan melaluinya. Hal ini menentukan nada suara seseorang semakin tegang pitanya semakin tinggi nadanya.

Udara di keluarkan melalui pita-pita dan mencapai permukaan melalui hidung seseorang menambah sifat pribadinya yang khas pada dirinya. Lidah bergerak menjauhi atau mendekati langit-langit dan bibir membuat beragam bentuk melalui proses ini banyak otot bekerja dalam kecepatan tinggi.

Teman orang tadi membandingkan suara yang di dengarnya dengan suara lain yang terekam dalam ingatannya. Dengan membandingkan, ia dapat segera berujar jika itu adalah suara yang di kenalnya. Karena itulah keduanya saling mengenal dan kemudian memberi salam.

Semua proses yang luar biasa ini terjadi dalam kecepatan manakjubkan dengan kecermatan yang mengagumkan, yang bahkan tidak kita sadari. Kita melihat, mendengar dan berbicara dengan mudah seolah itu merupakan hal yang sangat sederhana. Padahal sistem dan proses yang memungkinkannya terjadi sangatlah sulit di bayangkan kerumitannya. Sistem yang rumit ini penuh dengan contoh dari rancangan yang tak terbandingkan yang tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi.

Asal mula kejadian melihat, mendengar dan berpikir tidak dapat di jelaskan dengan kepercayaan para evolusionis terhadap peristiwa ”kebetulan”. Sebaliknya jelaslah bahwa semua itu telah di ciptakan dan di anugerahkan kepada kita oleh sang Pencipta.

Bisa di katakan, hampir saja manusia tidak mampu memahami cara kerja dari sistem yang membuatnya mampu melihat mendengar ataupun berpikir. Hanya kebijaksanaan dan kekuasaan Allah yang menciptakan semua ini dari ketiadaan menjadi jelas bagi kita. 

Didalam Al Quran, Allah mengajak manusia untuk merenungkan hal ini dan hendaklah kemudian bersyukur “Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.”

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang maha dahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”.

Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.

Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)

 

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga

http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_telinga

http://www.gurumuda.com/telinga-dan-pendengaran

http://ranywaisya.wordpress.com/2008/03/26/kenali-dan-bersihkan-telinga-dengan-benar/

http://iqbalali.com/2010/04/13/penyakit-pada-telinga-manusia/

http://www.wattpad.com/287355-keajaiban-telinga-manusia?p=2

http://www.forumsains.com/index.php?page=pentingnya-menjaga-kesehatan-telinga-kita

http://mwindriyanto.web.id/2010/11/03/bahkan-allah-menciptakan-pembersih-alami-untuk-telinga-manusia-masih-kurang-bersyukur-pada-allah/

E-Book “Sinyal-Sinyal Bahaya Tubuh Anda BODY SIGNS Dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki” karya Joan Liebmann-Smith, Ph.D. & Jacqueline Nardi Egan