PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK DAN ANAK AWAL Rabu, Okt 23 2013 

MAKALAH

PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK DAN ANAK AWAL

 

diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan dan Bimbingan Peserta Didik yang dibimbing oleh Ibu Teti Ratnawulan S., Dra., M.Pd.

 

 

uninus

 

 

oleh:

Asep Kurniawan       41032121101012

M. Yupi Giri L.            41032121101101

Tanti Cristianti           41032121101019

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA

BANDUNG

2013

 

 

Kata Pengantar

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK DAN ANAK AWAL”
Makalah ini berisikan tentang Perkembangan Anak Tahun Pertama sampai Masa Anak Awal. Kami mengharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan anak.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

 

 

 

Bandung, 23 Oktober 2013

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. 1.      Latar belakang

Manusia berkembang tidak hanya dari masa kelahiran saja tetapi dari masa konsepsi manusia sudah mulai berkembang. Masa konsepsi mempunyai arti waktu dimana sel telur (ovum) bertemu sperma. Pada saat itu pula manusia berkembang hingga mempunyai bagian-bagian tubuh yang lengkap. Perkembangan manusia akan terus berlanjut sampai saat pengambilan ruh tiba. Semua makhluk Tuhan tidak akan tahu kapan perkembangan dalam dirinya itu terhenti. Menurut E.B Hurlock perkembangan bersifat kualitatif dan kuantitatif, artinya proses perkembangan ada yang dapat diukur dan adapula yang tidak dapat diukur. Misalnya perkembangan otak manusia tidak dapat kita lihat proses perkembangannya, yang kita lihat adalah gejala-gejalanya.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan saat dimana individu relatif tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Bagi kebanyakan anak-anak seringkali  dianggap tidak ada akhirnya sewaktu mereka tidak sabar menunggu saat didambakan yakni pengakuan dari masyarakat bahwa mereka bukan anak-anak lagi melainkan “ Orang Dewasa”. Masa kanak-kanak dimulai setelah  melewati masa bayi yang penuh ketergantungan.

Masa kanak-kanak awal berlangsung dari 2 th sampai 6 th, oleh para pendidik dinamakan sebagai usia pra-sekolah. Perkembangan fisik pada masa ini berjalan lambat tetapi kebiasaan fisiologis yang dasarnya diletakkan pada masa bayi menjadi cukup baik. Pada saat masa awal kanak-kanak dianggap sebagai saat belajar untuk mencapai berbagai keterampilan dan senang mencoba hal-hal baru.

Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan.  Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per- kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.

 

  1. 2.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:

1)      Perkembangan Anak dalam Tahun Pertama (6-12 Bulan)

2)      Perkembangan Anak Tahun Kedua (1-2,6 Tahun)

3)      Akhir Masa Kanak-kanak (usia 3-4 Tahun)

4)      Masa Anak Awal (usia 4-6 Tahun)

 

  1. 3.      Tujuan

Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui:

1)      Perkembangan Anak dalam Tahun Pertama (6-12 Bulan)

2)      Perkembangan Anak Tahun Kedua (1-2,6 Tahun)

3)      Akhir Masa Kanak-kanak (usia 3-4 Tahun)

4)      Masa Anak Awal (usia 4-6 Tahun)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

PERKEMBANGAN MASA KANAK-KANAK DAN ANAK AWAL

 

  1. 1.      Perkembangan Anak dalam Tahun Pertama (6-12 Bulan)

Pada masa ini, anak sudah memiliki kecakapan-kecakapan khusus. Kecakapan ini terbagi atas dua macam, yaitu:

1)      Kecakapan Instinktif Atas Pengaruh dari Dalam

Pada triwulan pertama, anak telah mampu mengangkat dan memalingkan kepala. Pada triwulan kedua, anak telah dapat menegakkan badan dan duduk, sedangkan pada triwulan ketiga anak telah dapat merangkak dan pada triwulan keempat ia sudah mulai berdiri dan berjalan.

2)      Kecakapan Instinktif Atas Pengaruh dari Luar

Pada triwulan pertama anak telah dapat memalingkan kepala dengan mengarahkan mata dan telinga bila mendapat rangsang getar atau cahaya. Pada triwulan kedua anak telah mulai berusaha menangkap apa saja yang dilihatnyadan anak sudah mulai dapat menirukan sesuatu.

Kecakapan umum tahun pertama menurut Dr. A. Chorus terbagi atas tiga macam kecakapan umum, yakni:

1)      Penguasaan Badan

Pada tahap pengasaan badan, anak sudah dimulai:

a)      Mengamati mainannya;

b)      Dapat meluruskan dan memalingkan kepalanya meskipun susah;

c)      Menarik-narik pakaiannya;

d)     Memperhatikan sesuatu sejurus dan mengamati permainan;

e)      Memutar badan dari sikap meniarap ke sikap melentang; dan

f)       Mulai belajar merangkak, berdiri dan belajar;

2)      Pergaulan Anak dengan Benda

Pada tahap ini anak sudah mulai:

a)      Mampu membuka kepalan tangannya bila tersentuh;

b)      Mampu menggenggam sesuatu jika diberi sesuatu;

c)      Dapat memegang mainannya;

d)     Dapat memegang sesuatu dan memasukkannya ke dalam mulut;

e)      Dapat melempar atau mengglingkan bola; dan

f)       Dapat bermain balok atau bola;

3)      Pergaulan Anak dengan Sesama Manusia

Pada tahap ini anak sudah mulai:

a)      Dapat tersenyum, memandang orang;

b)      Dapat tertawa berbunyi;

c)      Mulai mengenal ibunya;

d)     Menangis atau menunjukkan perasaan yang tidak enak;

e)      Dapat mereaksi wajah orang lain; dan

f)       Dapat bermain sembunyi wajah;

Anak memiliki cara belajar sendiri. Sejauh ini cara anak belajar dikelompokkan menjadi tiga jenis cara belajar, yakni:

1)      Belajar Instinktif

Belajar instinktif yaitu belajar yang berwujud berkembangnya segala kemampuan yang telah ada tanpa bantuan dari luar. Sebagai contoh, anak mampu makan dan minum sendiri, dari yang tidak mampu bergerak jadi mampu bergerak.

2)      Belajar dari Pengalaman

Belajar dari pengalaman yaitu belajar yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman si anak.

3)      Belajar dari Pembiasaan

Belajar dari pembiasaan yaitu suatu pembelajaran secara berulang-ulang yang diajarkan oleh kedua orang tuanya. Sebagai contoh, cara anak bertingkah laku dan berbicara.

 

  1. 2.      Perkembangan Anak Tahun Kedua (1-2,6 Tahun)

Dalam tahun kedua ini, kanak-kanak memiliki tingkat perkembangan yang pesat. Perkembangan yang dimaksud meliputi perkembangan motorik, perkembangan bahasa, perkembangan bermain, dan perkembangan menggambar. Berikut ini adalah perkembangan yang dimaksud.

1)      Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik pada anak memiliki ciri-ciri motorik yang melalui empat tahap yaitu:

a)      Gerakannya tidak disadari, tidak disengaja dan tanpa arah. Sebagai contoh, anak menggerakkan kaki dan tangannya, memasukkan tangan ke mulut dan mengedipkan mata.

b)      Gerakan yang tidak khas. Artinya gerakan tersebut timbul sesuai dengan rangsangannya.

c)      Gerakannya dilakukan dengan masal. Artinya gerakan tersebut diikuti oleh seluruh anggota tubuhnya.

d)     Gerakannya diikuti oleh gerakan-gerakan lain yang tidak begitu penting. Gerakan-gerakan ini semakin terdeferensiasi. Sebagai contoh, berkedip pada saat matanya terkena cahaya, bibirnya terkena sesuatu. Selain itu anak suka melakukan tindakan yang berlebihan serta berteriak-teriak dan membuat kegaduhan.

2)      Perkembangan Bahasa

Menurut Sys Heyster, ada tiga fungsi bahasa, yaitu:

a)      Bahasa sebagai alat pernyataan isi jiwa

Sebagai contoh, ucapan “aduh” merupakan kata spontan diucapkan untuk menyatakan isi jiwanya.

b)      Bahasa sebagai peresapan (mempengaruji orang lain)

Sebagai contoh, kata “aduhai indahnya”. Kalimat tersebut adalah kalimat yang diucapkan untuk mempengaruhi orang agar mempunyai pendapat yang sama dengan dia.

c)      Bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pendapat

Sebagai contoh, kalimat “nama saya adalah …” ini adalah suatu ungkapan untuk menyatakan pendapat.

Pada umumnya, perkembangan bahasa anak dibedakan atas empat masa, yaitu:

a)      Masa pertama (1-1,6 tahun)

Pada masa ini anak sudah mulai mampu berkata-kata meskipun hanya berupa potongan-potongan kata seperti ma, pa. selain itu, anak mulai mampu menirukan ucapan dan mengidentifikasi sesuatu berdasarkan bunyi/suara benda seperti kucing disebut meong.

b)      Masa kedua (1,6-2 tahun)

Pada masa ini anak sudah mulai ingin memperbaharui perbendaharaan katanya dengan menanyakan “apa itu?”

c)      Masa ketiga (2-2,6 tahun)

Pada masa ini anak sudah mulai nampak makin sempurna dalam merangkai kata-kata.

 

d)     Masa keempat (2,6 hingga akhir masa kanak-kanak)

Pada masa ini keinginan anak untuk mengetahui segala sesuatunya semakin bertambah. Setiap jawaban akan menimbulkan pertanyaan baru.

3)      Perkembangan Bermain

Menurut Lazarus, anak bermain karena anak butuh istirahat setelah belajar. Adapun jenis-jenis permainan yang dimainkan pada masa kanak-kanak antara lain:

a)      Permainan gerak dan fungsi

Yang dimaksud ialah permainan yang mengutamakan gerak dan berisi kegembiraan di dalam bergerak.

b)      Permainan destruktif

Yaitu permainan merusak benda-benda dengan maksud untuk mencari tahu komponen pembentuk benda-benda tersebut.

c)      Permainan konstruktif

Yaitu anak suka sekali menyusun balok, batu dan sebagainya.

d)     Permainan ilusi

Yaitu jenis permainan yang mengembangkan imajinasi anak seperti bermain peran.

e)      Permainan reseptif

Artinya apabila orang tua menceritakan sesuatu maka anak akan membayangkan bahwa dirinya adalah pelaku dalam cerita tersebut.

f)       Permainan prestasi

Yaitu jenis permainan yang dilombakan.

4)      Perkembangan Menggambar

Dalam perkembangan menggambar terdapat tiga tahap perkembangan, yaitu:

a)      Tahap pertama

Anak membuat coretan baru kemudian menyebutkan namanya.

b)      Tahap kedua

Anak menyebutkan nama gambarnya sambil membuat coretan.

c)      Tahap ketiga

Anak lebih dahulu menyebutkan apa yang akan digambar baru kemudian membuat coretan.

 

Menurut Kerschensteiner terdapat lima pembagian gambar anak, yaitu:

a)      s.d. usia 3 tahun dinamakan masa corengan

b)      s.d. usia 7 tahun disebut masa bagan

c)      s.d. usia 9 tahun disebut masa bentuk dan garis

d)     s.d. usia 10 tahun disebut masa siluet

e)      s.d. usia 14 tahun disebut masa perspektif

 

  1. 3.      Akhir Masa Kanak-kanak (usia 3-4 Tahun)

Pada masa ini anak cenderung agresif dan posesif. Masa ini disebut juga masa Trotz (masa peralihan). Pada masa ini anak menjadi keras kepala, pembangkang, tidak menurut, dan sebagainya. Pada masa ini anak sudah mulai menemukan dirinya. Anak juga sudah mulai memiliki kehendak sendiri dam tidak mau tunduk pada perintah orang lain. Di samping itu, anak juga sudah mulai menyadari akan kepemilikan terhadap sesuatu (posesif).

Pada masa ini terdapat sifat-sifat yang menjadi ciri masa Trotz, yaitu:

1)      Egosentris, artinya segala sesuatu ingin dipusatkan kepadanya demi kepentingannya. Ia menuntut agar seluruh lingkungannya berada di bawah kekuasaannya.

2)      Selalu menentang, membantah segala permintaan, suruhan, larangan, anjuran, keharusan, dan sebagainya.

3)      Ia selalu berusaha menarik perhatian.

4)      Dia selalu minta untuk dihargai dan dipuji serta tidak mau dicela.

5)      Selalu menuntut adanya kebebasan.

6)      Keberaniannya bertambah dan rasa takutnya berkurang.

Berkaitan dengan sifat tersebut, hendaknya orang tua tidak banyak memerintah, melarang, menyuruh atau campur tangan. Kalaupun orang tua hendak menasehati atau melarangnya, maka harus dilakukan dengan kata-kata yang enak, santai, penuh senda gurau, tidak formil, tidak tegang. Bujuk, sanjung, dan ajuran yang santai akan lebih berhasil daripada perintah atau larangan.

 

  1. 4.      Masa Anak Awal (4-6 Tahun)

Masa kanak-kanak awal adalah masa yang sangat penting, karena dalam rentang 5 masa kanak-kanak (Pranatal, masa bayi dan terlatih,masa kanak-kanak pertama, masa kanak-kanak kedua dan masa remaja), pribadi dan sikap seseorang dibentuk. Bila pada masa penting itu seseorang anak ” salah bentuk”, akibatnya bisa fatal.

Pada awal masa kanak-kanak dianggap sebagai saat belajar untuk mencapai berbagai keterampilan karena anak senang mengulang, hal mana belajar keterampilan. Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, suatu masa dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian. Periode ini juga masa menegakan disiplin dengan cara berbeda, ada yang dikenakan disiplin yang otoriter, lemah, dan demokratis.

Perkembangan pada masa anak awal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

1)      Perkembangan Jasmani dan Rohani

Pada masa ini jasmani anak sudah mulai menampakkan fungsinya dengan baik, anak tidak perlu lagi dibantu setiap saat dalam memenuhi kebutuhannya. Misalnya anak sudah mulai dapat mengambil sesuatu, makan sendiri, dan lain-lain.

2)      Keluarga

Keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak karena keluarga adalah tempat pembentukkan watak anak selain pembentuk pribadi anak. Di keluarga, anak ditanamkan rasa keagamaan, sifat, kebiasaan, hobi, cita-cita dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, anak merasa perlu untuk berada di dalam komunitas yang lebih luas dari keluarganya. Hal ini disebabkan oleh adanya kebutuhan untuk tumbuh menjadi makhluk masyarakat yang sehat. Oleh sebab itu, anak perlu dididik untuk dapat mengembangkan harga dirinya sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk mencapai tujuan itu, peran orang tua dan pendidik adalah membimbing dan mengarahkan dengan cara:

1)      Memberi kebebasan bergaul dengan siapapun saja dalam masyarakat dengan mengingat norma-norma pergaulan keluarga atau sekolah.

2)      Mendidik anak agar memiliki rasa harga diri yang sehat. Misalnya dengan membiarkan anak berpikir sendiri, berbuat sendiri berpendapat sendiri. Dengan memberikan penghargaan yang setimpal setiap menunjukkan kemampuannya dengan membimbing anak yang menjumpai kesukaran.

 

 

 

BAB 3

PENUTUP

 

  1. 1.      Kesimpulan

Dari pembahasan pada Bab 2 didapat kesimpulan sebagai berikut:

1)      Perkembangan mempunyai arti suatu proses perubahan individu yang pelaksanaannya teratur berawal dari masa konsepsi dan berlangsung sampai akhir hayat. Dalam perkembangan, banyak berbagai proses yang saling terkait yaitu proses biologis, kognitif, psikososial. Ketiga proses ini tidak dapat terpisahkan satu sama lain.

2)      Masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan saat dimana individu relatif tidak berdaya dan tergantung pada orang lain.

3)      Masa anak-anak dimulai kira-kira usia 2 tahun sampai kira-kira usia 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk pria.

4)      Masa anak-anak dibagi menjadi dua yaitu masa anak-anak awal dan masa anak-anak akhir. Masa anak-anak awal berlangsung dari usia 4 tahun sampai dengan usia 6 tahun.

5)      Masa perkembangan dalam tahun pertama (6-12 bulan), anak sudah memiliki kecakapan khusus dan kecakapan umum.

6)      Masa perkembangan dalam tahun kedua (1-2,6 tahun), anak mulai memasuki perkembangan motorik, perkembangan bahasa, perkembangan bermain, dan perkembangan menggambar.

7)      Pada akhir masa kanak-kanak (3-4 tahun), anak cenderung agresif dan posesif.

8)      Pada masa anak awal (4-6 tahun), anak perlu dididik untuk dapat mengembangkan harga dirinya sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

 

  1. 2.      Saran

Dengan mengucap syukur alhamdulillah pada Allah SWT, kami dapat  menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tentunya masih banyak kekurangan. Oleh  karena itu kami masih memerlukan kritik dan saran yang membangun serta bimbingan, terutama dari Dosen.  Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi kami sebagai penyusun, terutamanya :

 

Daftar Pustaka

 

Ramdhan, Rizky. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Juni 15, 2011. UMSU, FKIP.

http://rizkypena.blogspot.com/

Ratnawulan, Teti. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Bandung: FKIP UNINUS Bandung.

http://himitsuqalbu.wordpress.com/2011/11/04/perkembangan-peserta-didik-makalah/

http://psychologynews.info/psikologi-perkembangan/perkembangan-masa-kanak-kanak-awal/

http://robinvanmurdock.blogspot.com/2013/07/perkembangan-masa-kanak-kanak-awal.html

Kata Mutiara dalam “SAYAP-SAYAP PATAH” Kahlil Gibran Jumat, Agu 24 2012 

“kini aku merasa bagaikan seekor burung lepas-bebas yang menyaksikan keindahan ladang-ladang dan padang-padang rumput, dan mengharap terbang di langit yang lapang untuk mendekapkan rasa kasih, angan-angan, dan harapan pada alam”

“dalam hidup kita ada sesuatu yang lebih mulia dan lebih tinggi daripada sekedar ketenaran, sesuatu itu ialah kerja besar yang membawa ketenaran itu”

“tanpa kehadiran bencana, kerja dan perjuangan tidak akan terwujud, dan hidup akan menjadi dingin, mandul dan membosankan”

“ibu adalah segalanya. dialah pelipur duka kita, harapan kita dikala sengsara, dan kekuatan kita disaat tidak berdaya. dialah sumber cinta, kasih, kecenderungan hati, dan ampunan”

“ketidakmengertian membuat orang hampa, dan kehampaan membuat orang tak peduli”

“kesendirian memiliki tangan-tangan sutera yang lembut, namun dengan jari-jarinya yang perkasa, ia meremas jantung dan membuatnya menderita karena duka”

“barangsiapa tidak melihat malaikat dan iblis dalam keindahan dan keculasan hidup, akan tercampak jauh dari ilmu pengetahuan, dan jiwanya pun akan hampa dari rasa cinta kasih”

“keindahan hakiki adalah cahaya yang melimpah dari maha kesucian jiwa dan menyinari tubuh, seperti kehidupan datang dari relung-relung bumi dan memberikan warna serta harum aroma pada sekuntum bunga”

“cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat yang hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalanannya”

“kata-kata itu adalah suatu nyanyian surgawi yang berawal dari pujian dan berakhir dengan kesedihan; kata-kata itu mengangkat jiwa-jiwa kami ke kerajaan cahaya dan bara api yang menyala; kata-kata itu adalah piala yang darinya kami meminum kebahagiaan dan kepahitan”

Aku dan Telingaku Jumat, Agu 24 2012 

Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi atau mengenal suara dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh.

Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).

Telinga adalah dua hal dari bagian wajah kita yang kelihatan paling aneh, dan telinga yang cacat atau tidak menarik bentuknya telah menjadi objek koreksi melalui operasi selama beribu-ribu tahun. Sebaliknya, signifikansi telinga kita telah diakui setidaknya karena kita mencoba untuk mempercantiknya. Telinga memiliki peranan penting dalam mitilogi dan agama. Orang-orang mesir kuno menganggap telinga sebagai pemegang nafas kehidupan. Mereka percaya bahwa “udara kehidupan” memasuki telinga kanan, sedangkan “udara kematian” masuk ketelinga kiri.(Body Signs:111)

Telinga juga sebuah simbol yang sangat penting dalam masa-masa awal Kristen;Maria dikatakan mengandung Yesus lewat telinganya dengan “mendengar firman Tuhan.” Malah banyak lukisan masa awal Kristen yang menggambarkan bayi Yesus turun dari surga menuju telinga Maria. 

TANDA WAKTU

Mumi manusia paling tua di dunia punya telinga yang ditindik. Ditemukan di sebuah glasier Australia pada tahun 1991, mumi berusia 5.000 tahun ini punya sejumlah lubang di kedua telinganya yang diameternya kira-kira 6-12 mm.

I. Bagian telinga

Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

A. Telinga luar

Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan rawan yang dilapisi kulit tipis.

Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam.

Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi karena kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus (DM/sakit gula)

Telinga luar yang disebut pinna juga meningkatkan kemampuan kita untuk mendengar dengan menyalurkan gelombang-gelombang suara ke telinga dalam kita. Dibalik kemampuannya yang terkenal untuk memproses gelombang suara, telinga ternyata mengirimkan sinyal-sinyal mengenai kesehatan kita. (Body Signs:112)

B. Telinga tengah

Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang pendengaran (martil atau malleus, landasan atau incus, dan sanggurdi atau stapes). Saluran Eustachius juga berada di telinga tengah.

Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran. Masing-masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput.

Pada manusia, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah tertutup dan terbuka pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang pesawat terbang merasa ‘tuli sementara’ saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap.

Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media.

C. Telinga dalam

Potongan melintang koklea. Endolimfe terdapat di skala media – daerah hijau terang pada tengah diagram.

Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe.

Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga bagian yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval, sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat.

Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur, sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.

Organ Keseimbangan : Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat Indra Pengatur Keseimbangan atau organ Vestibular. Bagian ini secara struktural terletak di belakang labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulus serta tiga saluran setengah lingkaran atau Saluran Gelung atau semisirkular. Kelima bagian ini berfungsi mengatur keseimbangan Tubuh dan memiliki sel rambut yang akan dihubungkan dengan bagian keseimbangan dari saraf Pendengaran.

Gendang telinga atau membrana tympani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga dalam. Ia berfungsi untuk menghantar getaran suara dari udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah.

Gendang telinga secara anatomi dibagi 2 yaitu pars tensa (tegang) dan pars flaksida,

  1. Pars tensa, sebagain besar gendang telinga merupakan pars tensa, terdiri dari 3 lapis, bagian luar lanjutan kulit liang telinga, di tengah jaringan ikat, dan bagian dalam yang mengarah ke telinga tengah, merupakan lanjutan mukosa telinga tengah.
  2. Pars flaksida, bagian atas gendang telinga (daerah atiq), hanya terdiri dari dua lapis tanpa jaringa ikat di bagian tengah.

Kerusakan gendang telinga berupa bolong/pecah (perforasi) terutama disebabkan infeksi telinga tengah (Otitis Media), namun dapat juga karean trauma. Kerusakan pada gendang telinga dapat menyebabkan tuli yang konduktif. Tuli konduktif adalah hilangnya pendengaran karena tidak dapat tersampaikannya getaran suara. Jenis tuli lainnya yaitu tuli sensorik yang disebabkan rusaknya sistem saraf pendengaran.

II. Telinga dan pendengaran

Bagian-bagian telinga

Telinga dibagi menjadi tiga bagian yakni telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam (lihat gambar). Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga dan saluran telinga. Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (timpani), tulang pendengaran (tiga tulang kecil yang diberi julukan martil, landasan, sanggurdi) dan saluran eustasius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Telinga dalam terdiri dari 3 saluran setengah lingkaran yang berperan untuk mengendalikan keseimbangan dan rumah siput.

  1. A.    Cara kerja telinga manusia

Ketika gelombang bunyi nyasar di telinga luar , gelombang bunyi kemudian merambat sepanjang saluran telinga hingga mencapai gendang telinga (timpani). Ingat ya, gelombang bunyi merupakan getaran yang merambat baik melalui medium padat, cair maupun gas. Dalam hal ini medium yang dilalui oleh gelombang bunyi akan merapat dan merenggang sepanjang arah perambatan gelombang bunyi. Bayangkan saja seperti pegas yang merapat dan meregang jika didorong maju mundur… Untuk persoalan di atas, ketika gelombang bunyi merambat sepanjang saluran telinga, udara yang berada dalam saluran telinga sebenarnya merapat dan meregang atau bergerak maju mundur. Udara yang bergerak maju mundur tersebut akan menggerakkan udara yang berada di depannya. Demikian seterusnya… udara sendiri tidak merambat, udara cuma bergerak maju mundur saja… karena udara yang bergerak maju mundur tersebut menggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang ada di depannya maka akan timbul getaran yang merambat sepanjang udara tersebut… Nah, udara yang ada di dekat gendang telinga selanjutnya menggetarkan gendang telinga… tentu saja gendang telinga bergetar. Getaran gendang telinga ini selanjutnya diteruskan ke telinga bagian dalam (lewat jendela oval) melalui tulang martil, landasan dan sanggurdi… namanya aneh-aneh.

Getaran yang merambat lewat jendela oval selanjutnya melewati saluran vestibular hingga mencapai saluran timpani. Antara saluran timpani dan saluran vestibular terdapat sebuah saluran yang diberi julukan pembuluh rumah siput. Pembuluh rumah siput dan saluran timpani dipisahkan oleh sebuah membran yang diberi julukan membran basilar.

Pada membran basilar ini terdapat “organ corti” yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Organ corti ini menempel di membran basilar. Gelombang bunyi yang melewati saluran timpani tadi akan menimbulkan riak pada membran basilar dan organ corti yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Jadi pada membran basilar dan organ corti inilah energi yang dibawa oleh gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik yang selanjutnya dikirim ke otak melalui syaraf pendengaran.

 

  1. B.     Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga

 Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Bunyi bisa terdengar oleh telinga manusia jika terjadi getaran di udara atau medium lain yang sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.

 Alat telinga dan pendengaran manusia secara terus-menerus bekerja sebagai pintu masuk komunikasi dan informasi melalui suatu proses transformasi yang rumit dan kompleks untuk menginterpretasikan getaran suara dan bunyi lingkungan. Tanpa kita sadari, manusia tidak luput dari berbagai faktor bahaya yang dapat mengganggu fungsinya. Salah satunya adalah paparan bunyi lingkungan yang makin bising, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran maupun kesehatan pada umumnya.

 Bising yang kontinu di atas 85 desibel tidak hanya akan menyebabkan keluhan pada telinga dan pendengaran, tetapi berbagai penelitian membuktikan terjadinya peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, kelainan pencernaan, meningkatnya emosi, dan berbagai kelainan akibat stres. Seperti kita ketahui, banyak sekali jenis kegiatan yang melebihi ambang 85 desibel tersebut, misalnya peralatan mesin, lalu lintas ramai, musik yang menggunakan loudspeaker, permainan, dan aktivitas rekreasi lainnya. Dengan demikian, yang paling rentan adalah para pekerja pembangunan dan pabrik, mereka yang beraktivitas dan tinggal dipinggiran jalan raya, dan anak-anak.

 Otot di telinga tengah manusia yang bekerja secara terus-menerus tidak akan mampu bertahan pada keadaan bising yang terlalu kuat dan kontinu sehingga terjadilah stimulasi berlebih yang merusak fungsi sel-sel rambut. Kerusakan sel rambut dapat bersifat sementara saja pada awalnya sehingga akan terjadi ketulian sementara. Akan tetapi, kemudian bila terjadi rangsangan terus-menerus, terjadi kerusakan permanen, sel rambut reseptor yang berfungsi untuk meredam getaran akan berkurang sampai menghilang dan terjadi ketulian menetap.

 Ketulian akan terjadi pada kedua telinga secara simetris dengan mengenai nada tinggi terlebih dahulu, terutama dalam frekuensi 3.000 – 6.000 Hz. Sering kali juga terjadi penurunan tajam (dip) hanya pada frekuensi 4.000 Hz, yang sangat khas untuk gangguan pendengaran akibat bising. Karena yang terkena adalah nada yang lebih tinggi dari nada percakapan manusia, sering kali pada awalnya sama sekali tidak dirasakan oleh penderitanya karena belum begitu jelas gangguan pada saat berkomunikasi dengan sesama.

 Perlu dipahami bahwa makin tinggi paparan bising, makin berkurang jangka waktu paparan yang aman. Misalnya pada 115 desibel (konser musik rock), 15 menit saja sudah berbahaya, pada 130 desibel (mesin jet), dua menit saja dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Musik orkestra klasik dan gamelan juga dapat memberi paparan kebisingan lebih dari 85 desibel, tetapi berbeda dengan bising industri, intensitasnya intermiten, bergantian antara bagian yang keras dan pelan, serta variasi nada yang cukup luas, sehingga terbukti kurang berbahaya bagi pendengaran. Walaupun demikian, tetap ditemukan kasus pada sebagian pemusik, yaitu antara 10 sampai 50 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.

Bila terjadi ketulian akibat bising, tidak dapat baik kembali dan memerlukan alat bantu mendengar yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik menghindari kebisingan dan berbagai kiat. Caranya? Menghindari bising, mengurangi volume bunyi sekitar, dan menggunakan alat pelindung. Seperti pendapat Helen Keller–yang tuli dan buta sejak usia balita–ketika ditanyakan, andaikata ia mendapat kesempatan kedua, manakah yang ingin dihilangkannya? Ia menjawab, ingin terlahir kembali tanpa ketulian karena kebutaan memisahkannya dari benda-benda, sedangkan ketulian memisahkannya dari manusia.

 

D. Kenali dan Bersihkan Telinga dengan Benar

Tidak sedikit orang yang membersihkan telinga dengan cara yang salah. Padahal kesalahan ketika membersihkan telinga dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Untuk lebih berhati-hati, ada baiknya jika anda mengenal dulu apa saja yang ada pada telinga.

Telinga terdiri dari 3 bagian yakni bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian luar dan tengah berperan penting dalam pengumpulan serta pengiriman suara. Sedangkan telinga bagian dalam memiliki mekanisme agar tubuh tetap seimbang dan bertanggung jawab untuk mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik.

Melalui lubang telinga, suara yang masuk akan menggetarkan selaput kaca pendengaran dalam rongga telinga. Getaran ini akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran sampai ke tulang sanggurdi. Cairan dalam rumah siput (cochlea) pun ikut bergetar. Gerakan cairan ini membuat sel-sel rambut terangsang.

Rangsangan inilah yang ditangkap saraf pendengaran yang akhirnya diteruskan ke otak. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20 – 20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).

Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri.

Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali.

Demikian mekanisme kerjanya dalam membersihkan telinga secara alami. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.

Menurut dr Entjep Hadjar, ahli penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dalam sebuah artikel, membersihkan kotoran telinga sebenarnya cukup sebatas daun telinga saja, tidak perlu sampai ke liang telinga. Sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras.

Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, harus segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol gliserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut. Kotoran yang sudah pecah disemprot atau dikorek keluar. Infeksi yang barangkali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotika.

Di samping bisa mengakibatkan infeksi, kotoran membatu tadi akan menyebabkan telinga terasa sakit atau agak tuli sehabis berenang. Sebab air yang masuk akan terhalang keluar. Bahkan, kalau lubang telinga yang tersumbat hanya sebelah, bisa mengakibatkan pusing atau vertigo (berputar), terutama bila anda berenang di air dingin.

Gangguan pada telinga yang tersumbat kotoran bisa juga muncul saat naik pesawat udara. Pasalnya, udara yang masuk pada saat tekanan tinggi tidak dapat keluar dengan leluasa. Akibatnya telinga akan terasa sakit bahkan yang paling mengkhawatirkan kalau sampai gendang telinga pecah.

Nah, pembagian permen yang biasa dilakukan oleh para pramugari di atas pesawat sebelum lepas landas itu secara tak langsung sebenarnya berguna untuk kesehatan telinga kita. Mengunyah sesuatu atau mengulum permen bisa menyeimbangkan udara yang masuk melalui telinga, agar udara tidak terkunci di dalam.

 

III. Aku dan Telingaku

A. Tanda Telinga yang Mungkin DILIHAT ORANG LAIN TELINGA MERAH

Tanda Waktu

Kasus pertama operasi plastic pada telinga digambarkan terjadi pada tahun 600 SM oleh ahli bedah asal India Sushruta. Dia menggunakan daging dari pipi pasien untuk membentuk kuping telinga yang hilang.

            Telinga merah mungkin juga tanda adanya infeksi telinga dan juga penyakit-penyakit kulit semacam psoriasis, eksem, atau rosacea. Telinga merah juga bisa menandakan sebuah kondisi, yang dengan pas dinamai sindrom telinga merah (red ear syndrome), dimana salah satu telinga menjadi merah, panas, dan kadang-kadang sakit. (Body Signs:113)

 

Tanda Waktu

Patung kaisar Romawi Hadrian (76-138 M) dengan jelas memperlihatkan bahwa diapunya lipatan telinga di kedua telinganya. Para ahli sejarah mencatat bahwa hidungnya sering mengeluarkan darah, tanda umum hipertensi. Mereka percaya kematiannya mungkin akibat gagal jantungyang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

 

B. Lipatan Cuping Telinga

Sejak pertama kali dilaporkan dalam literature pada tahun 1973 oleh S.T Frank, hubungan antara penyakit jantung dan diabetes dan lipatan telinga diagonal-atau tanda frank, demikian sebutannya kadang-kadang-telah di pertanyakan oleh beberapa peneliti. Namun, beberapa studi terkini tampaknya menegaskan hasil observasi Frenk itu. (Body Signs:114)

 

C. Telinga yang Tidak Serasi

Fakta Penting

Mamalia (termasuk manusia) adalah satu-satunya makhluk hidup dengan telinga luar yang terbuat dari tulang rawandan bukan sekadar kulit.

            Telinga yang cacat bentuk kadang-kadang bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit keturunan atau gangguan congenital (sudah ada sejak lahir). Kondisi-kondisi ini, yang  mencakup Down syndrome dan Fragile X syndrome. (Body Signs:115)

 

Fakta Penting

Telinga (dan juga hidung) tumbuh terus seumur hidup anda.   

            Telinga berbentuk aneh mungkin saja sebuah tanda yang baru muncul kemudian sebagai kebalikan dari tanda kongenital, sebagaimana dalam kasus  telinga kembang kol (cauliflower ear) yang terkenal itu.

Tanda Peringatan

Telinga kembang kol (cauliflower ear) pada non-atlet mungkin suatu tanda yang mengungkapkan adanya penganiayaan fisik terhadap pasangan atau lainnya. (Body Signs:116)

 

  1. Kotoran Telinga yang Berlebihan

Fakta Penting

Orang-orang keturunan Eropa dan  Afrika biasanya mempunyai kotora telinga yang basah, lengket, dan berwarna coklat; keturunan Amerika asli dan Asia cenderung mempunyai kotoran telinga yang kering, berpasir, berwarna abu-abu atau krem. Perempuan dengan kotoran telinga yang basah ternyata beresiko terkena kanker payudara. Memang, perempuan jepang dengan kotoran telinga basah mirip orang Eropa memiliki angka kanker payudara yang lebih tinggi daripada perempuan jepang dengan kotoran telinga tipe Asia yang kering

        Kotoran telinga secara medis  dikenal sebagai serumen, kotoran telinga terutama disusun oleh serumen (sejenis lilin) dan sebum (sejenis minyak), kotoran telinga ada dua jenis yaitu kotoran telinga basah dan kotoran telinga kering yang ditentukan secara genetis.

 

Tanda Berhenti

Apabila Anda mendengar bahwa pemasangan lilin pada telinga secara medis disebut ear coning-bagus untuk mengangkat kotoran telinga, coba simak ini. Beberapa penelitian terkini telah mematikan teori ini. Mereke telah menunjukan bahwa pemasangan lilin pada telinga-yaitu menempatkan sebuah tube berlapis lilin berlubang di telinga dan menyalakan ujung satunya-tidakhanya dapat merusak telinga dalam anda, tetapi juga membakar telinga dan juga wajah anda. Salah satu studi menemukan peraktik ini justru memperburuk keadaan –lilin justru menumpuk di dalam telinga. (Body Signs:117)

 

E. Telinga Berair

Tanda Bahaya

Apabila air yang keluar dari telinga kita berwarna darah, segera hubungi dokter Anda atau pergilah ke unit gawat dalurat.Itu mungkin tanda adanya tumor dib again luar atau tengah saluran telinga. Jika baru-baru ini Anda pernah terkena pukulan di kepala atau pernah menjalani operasi kepala, Anda mungkin mengalami kebocoran cairan sumsum tulang belakang, yang mengancam jiwa.

        Keluarnya cairan dari dalam telinga –secara medis dikenal sebagai otorrea-bisa jadi sebuah petunjuk bahwa telinga sedang membersihkan dirinya sendiri. Keluarnya cairan tanpa rasa sakit dari telinga bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran pernafasan atau infeksi. Bakteri, jamur, atau virus didalam telinga.

        Cairan yang keluar berwarna kuning mirip nanah menandakan adanya gendang telinga yang berlubang secara medis dikenal sebagai otitis media kronis. Yang bisa menyebabkan hilangnya pendengaran, polip telinga, kolesteatoma (kista mirip kulit di telinga tengah), dan mastoiditis (sejenis infeksi serius pada struktur tulang di belakang telinga). Jika tidak diobati, bisa menimbulkan meningitis dan bahkan kematian.

 

Tanda Waktu

Insisi Oscar Wilde menderita infeksi telinga sepanjang hidupnya. Setelah bebas dari penjara, dia akhirnya menjalani operasi telinga – ternyata untuk mengangkat kolestemanya. Sayangnya, dia meninggal beberapa minggu kemudian karena meningitis. Ironisnya, ayahnya, Sir William wilde-seorang spesialis matadan telinga yang terkemuka- memprakarsai sebuah prosedur operasi untuk mengobati mastoiditis dan mengangkat kolesteatoma, yang barangkali diterapkan pada putranya. Prosedur inihingga saat ini terkenal sebagai irisan atau insisi wilde. (Body Signs:118)

 

F. Tanda Telinga yang Hanya Dirasakan Oleh Kita Telinga Gatal

        Telinga yang gatal adalah tanda lain alergi atau kondisi-kondisi kulit semacam eksem dan psoriasis. Satu telinga yang gatal dapat pula menjadi tanda awal terjadinya telinga perenang (swimmer’s ear atau otitis eksterna), sebuah kondisi dimana saluran telinga luar terinfeksi bakteri atau jamur. Jika tidak diobati, akan timbul sebuah kondisi yang sangat menyakitkan dan berpotensi mengancam jiwa yang disebut malignant otitis eksterna, sejenis infeksi tulang.

 

Tanda Waktu

Orang-orang mesir kuno menggunakan boraks, lemak bebek, dan susu sapi untuk mengobati infeksi telinga-tengah. Susu manusia adalah obat yang dipilih  Hippocrates. Dia juga menasehati pasien-pasiennya untuk minum anggur manis dan menghindari mata hari, angin, dan ruang penuh asap. (Body Signs:119)

 

G. Telinga Tersumbat

        Anda yang sudah pernah terbang  barang kali tidak asing  dengan perasaan “telinga penuh”, tanda ini dikenal sebagai “telinga pesawat” (airplane ear) atau barotraumas, yang disebabkan oleh perubahan tekanan yang sangat cepat.

      Telinga tersumbat bisa menandakan beberapa kondisi medis  termasuk infeksi telinga tengah , gangguan persendian temporomandibula (temporomandibular joint disorder atau TMJ), dan kolesteatoma(lihat telinga berair, di atas). Telinga tersumbat juga bisa menjadi tanda penyakit Meniere, gangguan telinga dalam yang dapat menimbulkan pusing secara berkala. 

 

Tanda Waktu

Pola telinga kita, seperti pola sidik jari, bersipat unik.Hampir satu abad sebelum sidik jari di gunakan, Johann Caspar Lavater (1741-1801), seorang ahli teologi dan fisiognomis asal swiss, mengklasifikasi. (Body Signs:120-121)

 

H. Telinga Berdenging

“Mendengar”denging atau bunyi tapi sebenarnya tidak ada bunyi apapun, itu tandanya anda mengalami tinitus. Kata tinitus berasal dari bahasa latin yang berarti “berdenging atau bordering seperti sebuah bel.” Tinitus bisa pula menandakan adanya infeksi telinga atau sinus, TMJ, otosklerosis, atau penyakit meniere.

Tinitus juga bisa menjadi tanda peringatan terhadap sejumlah penyakit yang tidak berkaitan dengan telinga, termasuk alergi, anemia, hipotiroidisme, hipertensi, pengerasan arteri(arteriosklerosis), dan bahkan luka di kepala.

 

Tanda Berhenti

Memperdaya pikiran anda untuk menyingkirkan bunyi berdenging kadang-kadang membantu menutupi tinitus. Latihan konsentrasi dan relaksasi kadang-kadang juga menolong. (Body Signs:122-123)

 

I. Mendengar Detak Jantung Anda

Pulsatile tinnitus (alias objective tinnitus, karena bunyi tersebut dapat didengar selama suatu pemeriksaan fisik), kondisi itu bisa menjadi tanda peringatan adanya gangguan pembuluh darah seperti desiran jantung, hipertensi, atau mengerasnya pembuluh darah di jantung atau leher anda.

 

Tanda Bahaya

Jika anda mendengar bunyi berdenyut atau detak jantung di satu telinga dan mengalami sakit kepala parah, hubungi docter anda atau pergilah ke unit gawat dalurat. Itu mungkin tanda-tanda anda akan terkena stroke.  (Body Signs:124)

 

J. Sensitivitas Suara

Sensitivitas suara ekstrim yang klasik secara medis dikenal sebagai hiperakusis, sebuah kondisi langka yang menimpa sekitar 1 dari 50.000 orang. Ironisnya orang-orang dengan pendengaran rusak kadang-kadang justru super sensitive terhadap beberapa suara tertentu. Kondisi itu juga bisa menandakan defisiensi magnesium.

Bunyi normal dianggap mengganggu itu mungkin menandakan  adanya luka dikepala dan salah urat dileher, begitu pula depresi dan sindrom stress  pascatrauma (post-traumatic stress syndrome). (Body Signs:125)

 

K. Mendengarkan Bunyi Ledakan Keras Saat Sedang Tidur

Terbangun karena mendengar bunyi ledakan keras  di kepala tanda sebuah kondisi yang nyata, namun jarang, yang dengan tepat dinamai sindrom kepala meledak (exploding head syndrome).

 

Tanda Peringatan

Sensitivitas suara mungkin akibat minum terlalu banyak soda diet yang mengandung pemanis buatan aspartame. (Body Signs:126)

 

L. Mendengar Bunyi yang Tidak Didengar Orang Lain

Fakta Penting

Tulang terkecil di tubuh anda ada di telinga anda. Disebut stirrup, tulang ini ukurannya kira-kira sebesar satu butir beras.

Penderita skizofrenia sering mendengar suara-suara, yang disebut halusinasi pendengaran. Mendengar suara yang tidak di dengar orang lain  bisa menjdi tanda adanya beberapa gangguan serius semacam Lewy body dementia (LBD) atau demensia penyakit Parkinson. (Body Signs:127)

 

M. Kehilangan Pendengaran Secara Bertahap

Fakta Penting

Menurut  sebuah survey pemerintah, lelaki memang memiliki pendengaran  yang lebih lemah dari pada perempuan.dan orang dewasa kulit hitam memiliki pendengaran yang lebih tajam daripada orang dewasa kulit putih.

Pada orang lansia, kehilangan pendengaran secara medis dikenal sebagai presbikusis-bukanlah hal yang aneh, terjadi pada 75% lansia diatas 60 tahun, dan lebih menyerang laki-laki dari pada perempuan.

Perempuan muda kulit putih kelas menengah adalah yang paling beresiko terkena otosklerosis, dan perubahan hormone selama masa kehamilan mungkin memperparah kondisinya.

Hilangnnya pendengaran di satu telinga  terutama apa bila telinga anda berdenging dan merasa pusing  mungkin suatu tanda adanya neuroma akustik, sebuah tumor disaraf yang mengontrol pendengaran; tumor itu tidak bersifat kanker tetapi bisa membahayakan jiwa. (Body Signs:130)

 

N. Kehilangan Pendengaran Secara Mendadak

Secara medis kehilangan pendengaran secara mendadak  dikenal sebagai sudden sensorineural hearing loss(SSNHL), yang lebih umum disebut (sudden deafness).SSNHL didefinisikan sebagai hilangnya pendengaran  pada satu telinga yang berkembang dalam 72 jam atau kurang dari itu. Kehilangan pendengaran seperti ini sering terjadi pada orang-orang berusia 30 dan 60 tahun dan sering diiringi dengan rasa pusing.

Kondisi seperti ini  mungkin menandakan adanya meniere dan neuroma akustik. Itu juga mungkin menandakan  adanya autoimmune inner ear disease(AIED), sebuah kondisi radang telinga dimana system imun tubuh mengamuk dan keliru menyerang sel-sel di telinga dalam. Gangguan kehilangan pendengaran  mendadak secara sistemis  yang serius semacam multiple sclerosis, anemia sel sabit, infeksi bakteri atau virus, lupus eritematosus, dan kanker.

Fakta Penting

Ada dua alasan lagi untuk berhenti meroko:70% peroko lebih mungkin kehilangan pendengaran daripada mereka yang tidak meroko, dan hidup dengan seorang peroko menggandakan risiko kehilangan pendengaran. (Body Signs:131)

 

O. Penyakit pada telinga manusia

Beberapa penyakit telinga dapat menyebabkan ketulian sebagian bahkan ketulian total. Bahkan lagi, kebanyakan penyakit pada telinga bagian dalam dapat mengakibatkan gangguan pada keseimbangan. permasalahan yang terjadi pada telinga kita harus ditangani oleh dokter spesialis khusus yang disebut otolaryngologist, yang mana spesialist ini ahli dalam mengobati gangguan yang terjadi pada gendang telinga sampai pada telinga dalam yang luka akibat benturan fisik.

Othematoma : Pada beberapa kasus kelainan pada telinga terjadi kelainan yang disebut othematoma atau popular dengan sebutan ‘telinga bunga kol’, suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Kelainan ini diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir. (encharta ensiklopedi)

Penyumbatan : Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara.
Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi.
Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat.

Perikondritis : Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar.

Perikondritis bisa terjadi akibat:
– cedera
– gigitan serangga
– pemecahan bisul dengan sengaja.

Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. (medicastore)

Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini, misalnya tumor, cedera, eksim, otitis dan lain-lain.

 

IV. Keajaiban Telinga Manusia 

Allah telah menjadikan telinga kita dengan sempurna dan kita dapat mendengar bunyi di sekeliling kita tanpa sebarang gangguan. Allah telah menjadikan telinga kita sedemikian rupa, sehingga kita tidak tidak dapat mendengar bunyi-bunyi yang akan mengganggu kita. Darah di dalam tubuh kita, sebagai contoh mengalir dengan begitu pantas dan ia menghasilkan bunyi yang banyak ketika proses peredarannya. Bagaimanapun, telinga kita tidak mendengar bunyi yang di hasilkannya. Bumi kita juga menghasilkan bunyi yang kuat ketika berputar. Tetapi Allah telah menjadikan telinga kita begitu ideal sehingga kita tidak dapat mendengar bunyi ini. Allah senantiasa memelihara kita. Sepanjang hidup kita, Allah tidak membiarkan kita mendengar bunyi-bunyi yang mengganggu kita.

Karena itu kita perlu bersyukur kepada Allah atas nikmatnya, Allah telah menjelaskan dalam ayat Al-Quran simak QS An Nahl (16): 78, ”Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia mengaruniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati akal pikiran supaya kamu bersyukur.”

Seseorang menyimpulkan tanggapan yang akan di berikan pada ingatan dari dalam sel, ingatan kurang dari sedetik, sebagai contoh ia memutuskan bahwa ia perlu mengucapkan ”salam”, seketika itu juga sel otak yang mengendalikan otot-otot wajah akan memerintahkan gerakan yang kita kenal sebagai ”senyum” perintah ini dengan cara serupa di teruskan melalui sel syaraf dan mendorong serangkaian proses rumit lain.

Pada saat bersamaan ,perintah lain telah di berikan ke pita suara di kerongkongan, lidah dan rahang bawah sehingga suara ”Assalamualaikum” di hasilkan oleh gerakan otot. Pada saat keluarnya suara, molekul udara mulai bergerak kearah orang yang di beri ucapan salam tadi. Daun telinga mengumpulkan gelombang suara tersebut yang telah menempuh jarak 20 kaki (enam meter) tiap seperlima detik.

Udara yang bergetar di dalam kedua telinga orang itu dengan cepat mengalir ke telinga bagian tengah. Gendang suara dengan garis tengah 0,3 inci (7,6) mulai ikut bergetar. Getaran ini kemudian di alihkan menuju tiga buah tulang bagian tengah tempat getaran itu di ubah menjadi getaran gerak yang di teruskan ke telinga bagian dalam. Kemudian getaran gerak tersebut menciptakan gelombang dalam cairan khusus di dalam suatu bentuk seperti cangkang siput yang di sebur rumah siput telinga (cochlea).

Di dalam rumah siput, berbagai nada suara di pilah-pilah, ada banyak serabut dengan ketebalan berbeda di dalam rumah siput seperti halnya pada alat musik harpa. Suara dari temannya tadi hakikatnya tengah memainkan nada harmoni pada harpa ini .Suara ”Assalamualaikum ” mulai dari nada rendah dan meningkat.

Pertama, serabut yang lebih tebal bergetar,baru kemudian di ikuti serabut yang lebih tipis, akhirnya, puluhan ribu benda berbentuk balok kecil mengalirkan getaran ini ke saraf pendengaran. Sekarang suara ”Assalamulaikum” menjadi sinyal listrik yang dengan cepat bergerak menuju otak melalui jaringan saraf-saraf pendengaran. Perjalanan di dalam saraf ini berlanjut hinga mencapai pusat pendengaran di dalam otak.

Hasilnya, dalam otak manusia yang sebahagian besar terdiri dari triliunan neuron menjadi sibuk menilai data penglihatan dan pendengaran yang di terima. Dengan cara ini, seseorang menerima dan mengindera salam dari temannya.

Sekarang ia membalas salam tersebut. Tindakan berbicara di wujudkan melalui keselarasan sempurna ratusan otot dalam sekejap kurang dari sedetik. Pemikiran yang di rancang dalam otak sebagai tanggapan ini dirumuskan ke dalam bahasa. Pusat bahasa otak yang di kenal sebagai wilayah Broca, mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh otot yang terkait.

Pertama, paru-paru menyediakan ”udara panas ”. Udara panas merupakan bahan baku bicara. Kegunaan utama ini adalah penghirupan udara yang kaya oksigen ke dalam paru-paru. Udara di hisap melalui hidung dan mengalir turun ke batang tenggorok menuju paru-paru. Oksigen dalam udara di serap oleh darah dalam paru-paru. Limbah darah, karbon dioksida, di keluarkan udara. Pada saat ini siap untuk meninggalkan paru-paru. Udara yang kembali dari paru-paru melewati pita suara di tenggorokan. Pita suara in menyerupai tirai yang amat kecil yang dapat ”ditarik” dengan kegiatan tulang rawan kecil tempat pita suara itu menempel.

Sebelum berbicara pita suara berada dalam keadaan terbuka. Selama berbicara, pita-pita ini tertarik sekaligus dan menyebabkan getaran dengan udara yang di hembuskan melaluinya. Hal ini menentukan nada suara seseorang semakin tegang pitanya semakin tinggi nadanya.

Udara di keluarkan melalui pita-pita dan mencapai permukaan melalui hidung seseorang menambah sifat pribadinya yang khas pada dirinya. Lidah bergerak menjauhi atau mendekati langit-langit dan bibir membuat beragam bentuk melalui proses ini banyak otot bekerja dalam kecepatan tinggi.

Teman orang tadi membandingkan suara yang di dengarnya dengan suara lain yang terekam dalam ingatannya. Dengan membandingkan, ia dapat segera berujar jika itu adalah suara yang di kenalnya. Karena itulah keduanya saling mengenal dan kemudian memberi salam.

Semua proses yang luar biasa ini terjadi dalam kecepatan manakjubkan dengan kecermatan yang mengagumkan, yang bahkan tidak kita sadari. Kita melihat, mendengar dan berbicara dengan mudah seolah itu merupakan hal yang sangat sederhana. Padahal sistem dan proses yang memungkinkannya terjadi sangatlah sulit di bayangkan kerumitannya. Sistem yang rumit ini penuh dengan contoh dari rancangan yang tak terbandingkan yang tidak dapat dijelaskan oleh teori evolusi.

Asal mula kejadian melihat, mendengar dan berpikir tidak dapat di jelaskan dengan kepercayaan para evolusionis terhadap peristiwa ”kebetulan”. Sebaliknya jelaslah bahwa semua itu telah di ciptakan dan di anugerahkan kepada kita oleh sang Pencipta.

Bisa di katakan, hampir saja manusia tidak mampu memahami cara kerja dari sistem yang membuatnya mampu melihat mendengar ataupun berpikir. Hanya kebijaksanaan dan kekuasaan Allah yang menciptakan semua ini dari ketiadaan menjadi jelas bagi kita. 

Didalam Al Quran, Allah mengajak manusia untuk merenungkan hal ini dan hendaklah kemudian bersyukur “Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.”

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang maha dahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”.

Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.

Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)

 

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Telinga

http://id.wikipedia.org/wiki/Gendang_telinga

http://www.gurumuda.com/telinga-dan-pendengaran

http://ranywaisya.wordpress.com/2008/03/26/kenali-dan-bersihkan-telinga-dengan-benar/

http://iqbalali.com/2010/04/13/penyakit-pada-telinga-manusia/

http://www.wattpad.com/287355-keajaiban-telinga-manusia?p=2

http://www.forumsains.com/index.php?page=pentingnya-menjaga-kesehatan-telinga-kita

http://mwindriyanto.web.id/2010/11/03/bahkan-allah-menciptakan-pembersih-alami-untuk-telinga-manusia-masih-kurang-bersyukur-pada-allah/

E-Book “Sinyal-Sinyal Bahaya Tubuh Anda BODY SIGNS Dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki” karya Joan Liebmann-Smith, Ph.D. & Jacqueline Nardi Egan

 

KEWIRAUSAHAAN_STRATEGI PEMASARAN Selasa, Jun 26 2012 

STRATEGI PEMASARAN

 

 

PENDAHULUAN

 

Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

 

Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Maka manusia ini memilih air mineral kemasan yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan tentunya mudah dibawa juga.

 

Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran disebut pemasar. Seorang pemasar sangat penting memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

 

Pemasaran yang lebih dikenal dengan istilah marketing lahir sebagai ilmu berawal dari ilmu periklanan (advertising). Marketing pertama kali diajarkan di dalam kelas oleh ED. Jones pada tahun 1906 di University of Michigan dan kemudian oleh Simon Litman di University of California pada tahun yang sama. marketing selanjutnya lebih dipandang sebagai ilmu distribusi (distribusi masal). Sedangkan dipandang dari sudut advertising, marketing sudah berkembang lebih dulu pada paruh terakhir abad 19 melalui penerbitan buku-buku yang berhubungan dengan advertising. Untuk kemudian marketing diajarkan dengan tiga elemen utama, yaitu advertising, selling, dan distribution. Dan selanjutnya secara perlahan unsur-unsur lain pun mulai dimasukkan dalam pemikiran-pemikiran marketing, di antaranya konsep konsumsi, perilaku pasar, dan seterusnya.

 

 

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PEMASARAN (MARKETING)

 

Perkembangan pemikiran marketing sebagai ilmu sendiri lahir karena berbagai faktor, yaitu:

  • Keberadaan Ilmu Ekonomi sebagai Bagian dari Ilmu-Ilmu Sosial

Sebagai ilmu sosial peran dasar ilmu ekonomi adalah menganalisis dan memecahkan masalah-masalah sosial masyarakat yang berhubungan dengan ekonomi. Pemecahan ini tidak selalu dapat dipecahkan secara makro, pemecahan secara mikro juga dibutuhkan. Orang per orang baik secara individu ataupun kelompok membutuhkan pemecahan atas masalah mereka secara individualized. Pemecahan ini tentu saja membutuhkan analisis yang bersifat teoritis-matematis seperti dalam ilmu ekonomi dan membutuhkan analisis yang benar-benar sesuai dengan tantangan ruang dan waktu serta konteks masalah pada saat itu.

  • Kegagalan Ilmu Dasar Ekonomi

Ilmu-ilmu dasar ekonomi telah dianggap gagal memecahkan dan menganalisis masalah-masalah ekonomi yang terjadi. Bebepara teori dasar dalam ekonomi mikro seperti hukum permintaan, teori kepuasan marginal, teori pelaku konsumen, dan sebagainya, dianggap tidak memadai untuk menjelaskan kompleksitas permasalahan-permasalahan aktual ekonomi.

  • Perkembangan Masyarakat dan Pola-Pola Kehidupan Zaman

Zaman industri telah membuat perubahan yang signifikan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang pada akhirnya disebut sebagai zaman modern. Tetapi perlu disadari bahwa perkembangan masyarakat post-modern tidak lagi bertumpu pada kelompok-kelompok masyarakat, tetapi pada kehidupan yang bersifat individualized, yang kemudian dikenal sebagai era informasi. Perkembangan pemasaran (marketing) sebagai ilmu pada paruh kedua abad 20 turut dipengaruhi oleh para pemikir futuristic yang telah memperkirakan arah perkembangan dunia menuju era informasi tersebut.

 

  • Runtuhnya Sistem Komunisme Dunia

Dengan runtuhnya sistem komunisme dunia, dunia menjadi terbuka bagi aktivitas ekonomi. Negara-negara yang tadinya menganut sistem ekonomi komando, beralih untuk mempelajari sistem ekonomi pasar, dan ilmu aplikatif yang paling digemari adalah ilmu pemasaran.

 

Selain dari latar belakang lahir dan berkembangnya ilmu pemasaran, kita perlu mengenal beberapa hal mendasar dalam sejarah pemasaran. Pemasaran ini dimulai dari kegiatan pertukaran entah antar pribadi, kelompok, dan seterusnya. Pertukaran ini membutuhkan suatu konsesus bersama di antara pihak-pihak yang melakukan pertukaran tersebut. Tetapi pertukaran ini tidak dapat disebut sebagai ilmu pemasaran karena sebenarnya kegiatan tersebut lebih bersifat praktis ekonomi semata.

 

 

TEORI PEMASARAN

 

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui perantara pedagang ke konsumen. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.

 

Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang/jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.

 

 

 

 

STRATEGI PEMASARAN

 

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha “Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya”. Sehingga dalam menjalankan usaha (usaha kecil khususnya) diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya.

 

Menurut W. Y. Stanton, pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.

 

Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen, yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan, yaitu:

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan senua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

 

Selanjutnya bagaimana caranya agar kegiatan pemasaran sesuai dengan misi Perusahaan?

Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Untuk kegiatan bisnis skala kecil, dimana pemilik tidak memiliki karyawan dalam jumlah besar, ini artinya perusahaan memerlukan cara berpikir yang menyeluruh pada saat ia menerapkan strategi pemasaran, yaitu serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

 

 

Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing, dan masyarakat.
  2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik, dan sosial/budaya.

 

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :

  1. Dari sudut pandang penjual:
    1. Tempat yang strategis (place)
    2. Produk yang bermutu (product)
    3. Harga yang kompetitif (price)
    4. Promosi yang gencar (promotion)
  2. Dari sudut pandang konsumen:
    1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants)
    2. Biaya konsumen (cost to the customer)
    3. Kenyamanan (convenience)
    4. Komunikasi (communication)

 

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan auatu perusahaan. Kemudian perusahaan harus dapat benar-benar menciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen, sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

 

 

STRATEGI PEMASARAN 4P (+3P)

 

Dalam aktivitas memasarkan produk, pemasar membuat keputusan dan menggunakan berbagai kaedah untuk mendapatkan respon positif dari sasaran. Jerome McCarthy telah mengklasifikasikan kebanyakan kaedah tersebut kepada empat group utama, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion yang merupakan bauran pemasaran yang biasa digunakan oleh pemasar yang biasa disebut sebagai strategi pemasaran 4P.

 

Untuk mencapai objektif pemasaran melalui strategi 4P, pemasar perlu memanipulasi dengan cara yang paling efektif di antara variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran tersebut supaya menghasilkan respon yang optima di kalangan pelanggan sasaran. 

 

Secara ringkas, antara variabel yang dimaksudkan bagi setiap P berkenaan ialah:

Product

Price

Place

Promotion

  • Variety
  • Quality
  • Design
  • Features
  • Brand name
  • Packaging
  • Sizes
  • Service/Support
  • Returns/Benefits
  • Warranties
 
  • List price
  • Discounts
  • Allowances
  • Payment period
  • Credit terms
 
  • Channel
  • Coverage
  • Assortments
  • Location
  • Inventory
  • Logistics
  • Service level

 

  • Sale promotion
  • Advertisement
  • Personal selling
  • Public relations
  • Message
  • Media
  • Budget

 

 

  • Product: di era pemasaran yang banyak persaingan pada saat ini, upaya mengemukakan produk yang lebih kompetitif sangat penting. Factor-faktor lain selain quality seperti variety untuk pilihan kesesuaian reka bentuk, kaedah pembungkusan, manfaat penggunaan, serta berbagai atribut dari produk perlu diperhatikan untuk menarik perhatian pelanggan. Seterusnya setelah produk diterima di pasaran, pemasar perlu juga mengadakan berbagai insentif untuk memberitahukan sebab mengapa pengguna perlu menggunakan produk yang ditawarkan.

 

  • Price: umumnya menjadi sebuah fakta bahwa harga melambangkan kualitas produk. Tetapi dalam realita pemasaran,  fakta tersebut tidak selamanya benar untuk dijadikan asas patokan harga yang strategis. Strategi penetapan harga menjadi penting di atas kesadaran pemasar bahwa factor harga berperan dalam mempengaruhi pengguna untuk membeli dan menjadi pelanggan sesuatu produk.

 

  • Place: strategi penempatan member penekanan kepada aspek saluran pengedaran produk yang berfungsi menyampaikan produk kepada sasaran/pengguna. Menawarkan produk secara benar, di tempat/lokasi yang tepat dan pada saat yang tepat pula adalah tujuan dari strategi ini. Bagaimana produk ditempatkan di kalangan pengguna, begitu juga peneriman mereka. 

 

  • Promotion: terdapat anggapan bahwa produk yang berkualitas akan terjual dengan sendirinya. Tetapi dalam strategi promosi, pemasar memperkenalkan produk yang hendak ditawarkan kepada pengguna. Dalam usaha tersebut berbagai kaedah promosi perlu dilaksanakan agar pengguna mengetahui, memahami dan seterusnya membuat keputusan untuk menggunakan produk. Tanpa sebuah promosi, pemasaran produk yang berkualitas sekalipun tidak akan menjadi industri aktif dan industri sukar memperoleh tahap kompetitif yang dikehendaki di pasaran. 

 

Sementara itu, sebagai tambahan kepada 4P di atas, Booms & Bitner telah menambah 3P lagi kepada bauran pemasaran, yaitu People, Process, dan Physical Evidence.

  • People: factor manusia dalam aktivitas penyampaian produk di pasaran sangat penting. Inisiatif dari aspek kebolehan, kemampuan, dan kepakaran para pekerja dan pihak pengurus di industri perlu juga diberi perhatian dalam strategi meningkatkan keupayaan pemasaran. 
  • Process: proses/aliran kerja termasuk arahan dan prosedur yang tepat bagi setiap aktivitas merupakan elemen yang akan menentukan kesan dan keberhasilan pemasaran.
  • Physical Evidence: kebolehan dan keupayaan industri dalam penyampaian produk harus disesuaikan dengan umumnya pasaran dimana produk diberikan. Ini akan meningkatkan lagi kesan dalam berkomunikasi dan melaksanakan penyampaian produk, khasnya dalam aspek kepuasan kepada pengguna sasaran.

 

Strategi pemasaran 4P bisa dikatakan sebagai tindakan empat serangkai oleh pemasar untuk menawarkan produk kepada pelanggan sasaran dengan cara yang lebih efektif. Sementara 3P adalah sebagai pelengkap yang khususnya disarankan bagi industri yang menawarkan produk jenis jasa/servis.

 

Di dalam strategi pemasaran perusahaan erat kaitannya dengan 3 kekuatan dasar utama yang meliputi: Pelanggan, Perusahaan dan Persaingan. Pada konsep pemasaran yang strategis selalu memfokuskan diri pada cara-cara ikut terjun dalam persaingan dimana perusahaan dapat secara efektif menempatkan diri terhadap pesaingnya. Dalam hal ini, kemampuan memberikan nilai lebih pada pelanggan adalah kata kunci yang dikembangkan dengan lebih optimal.

 

Pada sebuah artikel tentang Concept of Strategic Marketing disebutkan pula bahwa strategi pemasaran yang baik mencakup tiga hal berikut:

  1. Definisi pasar yang jelas.
  2. Kolaborasi yang baik antara kekuatan perusahaan dan kebutuhan pasar.
  3. Kinerja perusahaan yang unggul, aktif dan responsive terhadap berbagai kondisi persaingan.

 

Berdasarkan interaksi lanjutan, pembentukan strategi pemasaran memerlukan tiga keputusan sebagai berikut:

  1. Dimana berkompetensi (Where to compete)
  2. Bagaimana berkompetensi (How to compete)
  3. Kapan untuk terjun dalam kompetisi (When to compete)

 

Banyak hal yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan strategi pemasaran. Tentunya pemberdayaan secara berkelanjutan atas seluruh asset perusahaan akan menambah kemampuan perusahaan dalam bersaing dan berkompetisi.

 

ASPEK PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN

 

Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami penurunan. Pada tahap ini besarnya permintaan produk serta kecenderungan perkembangan permintaan yang akan datang selama usaha yang dijalankan perlu dianalisis dengan cermat. Tanpa perkiraan jumlah permintaan produk yang cermat dikemudian hari usaha dapat terancam yang disebabkan karena kekurangan atau kelebihan permintaan. Tidak sedikit usaha berjalan tersendat-sendat hanya karena permintaan produknya jauh lebih kecil dari perkiraan, ataupun karena sebelum mengembangkan usaha tidak dilakukan analisis perkiraan permintaan. Kekurangan permintaan produk mengakibatkan mesin dan peralatan bekerja di bawah kapasitas, jumlah karyawan yang berlebihan, organisasi perusahaan tidak sepadan sehingga beban biaya menjadi berat. Oleh karena itu, maka analisis aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha agribisnis menjadi sangat penting untuk dilakukan.

 

 

MANAJEMEN PEMASARAN

 

Manajemen pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

 

Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut “Konsep Pemasaran”.

 

Konsep Pemasaran

Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk dan penjualan.

Secara definitif, konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Tiga unsur konsep pemasaran:

  1. Orientasi pada konsumen
  2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral
  3. Kepuasan konsumen

 

Konsep Dasar Strategi Pemasaran Perusahaan

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk. Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melakukan pertukaran dan transaksi jual beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran#Sejarah_pemasaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_pemasaran

http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,33,strategi-pemasaran

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pemasaran

http://infosky.wordpress.com/2008/04/11/strategi-pemasaran-4p3p/

http://www.dukonbesar.com/2009/11/konsep-dasar-strategi-pemasaran-perusahaan.html

http://nissanellys.blogspot.com/20/11/10/teori-pemasaran-aspek-pasar-dan.html?zx=47630d493312b478&m=1

 

Perkembangan Dasa Dharma Rabu, Mei 16 2012 

Berawal dari sebuah pertanyaan, akhirnya diketahuilah bahwa Dasa Dharma mengalami perkembangan.

Teks Dasa Dharma mengalami perkembangan dari generasi ke generasi sesuai dengan pola pikir, situasi, dan kebutuhan para pemimpin dari kurun waktu ke kurun waktu berikutnya. Tahun 1961 – Dasa Darma merupakan manifestasi dari jani pandu, hanya saja perkataan “Pandu” diubah menjadi “Pramuka”, (Sumber: Sri Saprapto tahun 2007).

Teks Dasa Darma yang termuat dalam Anggara Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden nomor 238 Tahun 1961 hanya berlangsung beberapa bulan setelah diundangankannya yang bunyinya sebagai berikut:
1. Pramuka itu dapat dipercaya.
2. Pramuka itu setia.
3. Pramuka itu sopan dan perwira.
4. Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap Pramuka.
5. Pramuka itu penyayang sesama makhluk.
6. Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa.
7. Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah.
8. Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran.
9. Pramuka itu hemat dan cermat.
10. Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
(Sumber: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 1987, Patah Tumbuh Hilang Berganti, hal. 66-67).

Dalam Musyawarah Kerja Ampuda III, teks Dasa Darma mengalami perubahan yang didahului dengan adanya kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Fuad Hassan, yang kemudian dilegitimasi dengan turunnya Keppres No. 156 Tahun 1966, yang bunyinya sebagai berikut:
1. Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha.
2. Kami Pramuka Indonesia, berjiwa Pancasila dan Patriot Indonesia yang setia.
3. Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat.
4. Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan untuk kemuliaan Indonesia.
5. Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Indonesia.
6. Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya, bersusila, dan berbudi luhur.
7. Kami Pramuka Indonesia, hemat, cerdas, dan bersahaja.
8. Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran.
9. Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggung-jawab, dan gembira untuk dapat berguna.
10. Kami Pramuka Indonesia, berwatak ksatria dan bertindak dengan disiplin.
(Sumber: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 1987, Patah Tumbuh Hilang Berganti, hal. 66-67).

Teks ini dikumandangkan dalam “Apel Besar Gerakan Pramuka tanggal 19 Agustus 1966 dibacakan oleh Henny, seorang Penggalang Puteri sampai 3 kali, maksudnya agar dapat dicamkan benar-benar.

Perkembangan berikutnya adalah Dasa Darma yang sekarang ini adalah yang tercantum dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tahun 1973, hingga Anggaran Dasar berikutnya, yang bunyinya sebagai berikut:

DASA DARMA
Pramuka itu :
1. Takwa pada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggunngjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Sungguh pun demikian bagaimana melaksanakan Dasa Darma dari kurun-ke kurun waktu berikutnya, belum pernah dijabarkan dalam pedoman pengamalan yang lebih jelas dan rinci dalam bentuk teks. Oleh karena itu tim ini mencoba membuat acuan bagaimana melaksanakan Dasadarma Pramuka bagi Pelatih dan Pembina Pramuka.

 

Narasumber:

Kak Asep Supardi MT

 

Sedikit Mengenai ANALISIS WACANA KRITIS Kamis, Mar 22 2012 

  1. 1.      Analisis Wacana

Analisis wacana adalah suatu disiplin ilmu yang berusaha mengkaji penggunaan bahasa yang nyata dalam komunikasi. Analisis wacana lazim digunakan untuk menemukan makna wacana yang persis sama atau paling tidak sangat ketat dengan makna yang dimaksud oleh pembicara lama wacana lisan, atau oleh penulis dalam wacana tulis.

Berdasarkan analisisnya, ciri dan sifat wacana menurut Syamsudin (1992:6) analisis wacana dapat dikemukakan sebagai berikut:

1)      Analisis wacana membahas kaidah memakai bahasa di dalam masyarakat (rule of use- menurut Widdowson, 1987).

2)      Analisis wacana merupakan usaha memahami makna tuturan dalam konteks, teks, dan situasi (Firth, 1957).

3)      Analisis wacana merupakan pemahaman rangkaian tuturan melalui interpretasi semantik (Beller).

4)      Analisis wacana berkaitan dengan pemahaman bahasa dalam tindak berbahasa (what is said from what is done- menurut Labov, 1970).

5)      Analisis wacana diarahkan kepada masalah memakai bahasa secara fungsional (functional use of language- menurut Coulthard, 1977).

Ciri-ciri dasar lain dapat diramu dari beberapa pendapat para ahli, yaitu sebagai berikut:

1)      Analisis wacana bersifat interpretatif pragmatis, baik bentuk bahasanya maupun maksudnya (form and notion).

2)      Analisis wacana banyak bergantung pada interpretasi terhadap konteks dan pengetahuan yang luas (interpretation of world).

3)      Semua unsur yang terkandung di dalam wacana dianalisis sebagai suatu rangkaian.

4)      Wujud bahasa dalam wacana itu lebih jelas karena didukung oleh situasi yang tepat (all material used in real that is actually having occoured in appropriate situasional).

5)      Khusus untuk wacana dialog, kegiatan analisis terutama berkaitan dengan pertanyaan, jawaban, kesempatan berbicara, penggalan percakapan, dan lain-lain.

 

  1. 2.      Analisis Wacana Kritis

Analisis wacana kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses (penguraian) untuk memberi penjelasan dari sebuah teks (realitas sosial) yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok dominan yang kecenderungannya mempunyai tujuan tertentu untuk memperoleh apa yang diinginkan. Artinya, dalam sebuah konteks harus disadari akan adanya kepentingan. Oleh karena itu, analisis yang terbentuk nantinya disadari telah dipengaruhi oleh si penulis dari berbagai faktor. Selain itu harus disadari pula bahwa di balik wacana itu terdapat makna dan citra yang diinginkan serta kepentingan yang sedang diperjuangkan.

Analisis wacana yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah sebagai upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari subjek (penulis) yang mengemukakan suatu pernyataan. Pemahaman mendasar analisis wacana adalah wacana tidak dipahami semata-mata sebagai objek studi bahasa. Pada akhirnya, memang analisis wacana kritis menggunakan bahasa bahasa dalam teks yang dianalisis, tetapi bahasa yang dianalisis dalam AWK berbeda dengan studi bahasa dalam pengertian linguistik tradisional. Bahasa yang dianalisis oleh AWK bukan menggambarkan aspek bahasa saja, tetapi juga menghubungkannya dengan konteks. Konteks dalam hal ini berarti bahasa yang dipakai untuk tujuan tertentu termasuk di dalamnya praktik kekuasaan. AWK melihat bahasa sebagai fakta penting, yaitu bagaimana bahasa digunakan untuk melihat ketimpangan-ketimpangan kekuasaan dalam masyarakat.

Teun van Dijk (1998) mengemukakan bahwa AWK digunakan untuk menganalisis wacana-wacana kritis, diantaranya politik, ras, gender, kelas sosial, hegemoni, dan lain-lain. Selanjutnya Fairclough dan Wodak (1997: 271-280) meringkas tentang prinsip-prinsip ajaran AWK sebagai berikut:

1)      Membahas masalah-masalah sosial

2)      Mengungkap bahwa relasi-relasi kekuasaan adalah diskursif

3)      Mengungkap budaya dan masyarakat

4)      Bersifat ideologi

5)      Bersifat historis

6)      Mengemukakan hubungan antara teks dan masyarakat

7)      Bersifat interpretatif dan eksplanatori

 

  1. 3.      Analisis Wacana Kritis untuk Menggali Suatu Ideologi

Secara harfiah, ideologi berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, perkembangan ilmu, dan pengetahuan. Batasan ideologi adalah sebuah sistem nilai atau gagasan yang dimiliki oleh kelompok atau lapisan masyarakat tertentu, termasuk proses-proses yang bersifat umum dalam produksi makna dan gagasan. AWK mempelajari tentang dominasi suatu ideologi serta ketidakadilan dijalankan dan dioperasikan melalui wacana. Fairclough mengemukakan bahwa AWK melihat wacana sebagai bentuk dan praktik sosial. Praktik wacana menampilkan efek ideologi.

Ideologi merupakan konsep sentral dalam AWK, misalnya wacana sastra adalah bentuk ideologi atau pencermina dari ideologi tertentu. Ideologi ini dikontruksikan oleh kelompok yang dominan dengan tujuan untuk mereproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Salah satu strateginya adalah membuat kesadaran khalayak, bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Ideologi dalam hal ini secara inheren bersifat sosial dan AWK melihat wacana sebagai bentuk dari praktik sosial.

Studi kritis terhadap bahasa menyoroti bagaimana konvensi dan praktik berbahasa terkait dengan hubungan kekuasaan dan proses ideologis yang sering tidak disadari oleh masyarakat. Beberapa pokok pikiran tentang studi kritis terhadap bahasa adalah:

  1. Wacana dibentuk oleh masyarakat
  2. Wacana membantu membentuk dan mengubah pengetahuan serta objek-objeknya, hubungan sosial, dan identitas sosial
  3. Wacana dibentuk oleh hubungan kekuasaan dan terkait dengan ideologi
  4. Pembentukan wacana menandai adanya tarik-ulur kekuasaan (power struggles)
  5. Wacana mengkaji bagaimana masyarakat dan wacana saling membentuk satu sama lain

 

  1. 4.      Analisis Wacana Kritis dan Penggunaan Bahasa dalam Konteks Sosial

Analisis wacana ini sibuk sibuk menganalisis kaidah, perpindahan, dan strategi tuturan berbahasa sehari-hari dengan konteks sosial yang amat terbatas. Para analisis wacana semakin menyadari akan beragamnya pilihan dan keluasan objek penelitian linguistik, yaitu penggunaan bahasa yang aktual dalam konteks sosialnya. Paradigma psikologi dan intelektual disangsikan keakuratannya dalam menganalisis wacana yang sarat dengan berbagai fitur konteks sosial yang luas, seperti gender, kekuasaan, status, etnis, peran, dan latar institusi.

Kedua istilah yaitu teks dan wacana secara bergantian digunakan dalam analisis wacana. Kress mengungkap tentang istilah teks dan wacana cenderung digunakan tanpa perbedaan yang jelas. Kejian wacana lebih menekankan pada persoalan isi, fungsi, dan makna sosial dalam penggunaan bahasa. Sedangkan diskusi-diskusi dengan dasar dan tujuan yang lebih linguistis cenderung menggunakan istilah teks. Kajian teks lebih menekankan pada persoalan matrialitas, bentuk, dan struktur bahasa. Brunner dan Grafaen (Wodak, 1996:13) mengemukakan bahwa istilah wacana berakar pada sosiologi, sementara istilah teks berakar pada filologi dan sastra.

Wacana dipahami sebagai unit-unit dan bentuk-bentuk tuturan dari interaksi yang menjadi bagian dari perilaku linguistis sehari-hari, tetapi dapat muncul secara sama dalam lingkungan institusional. Wacana memerlukan kehadiran bersama dari penutur dan pendengar (interaksi face to face), tetapi dapat dikurangi ke arah kehadiran bersama yang temporal (misalnya dalam telepon).

Dalam konteks teori perilaku linguistis, adalah penting untuk menentukan “teks”, perilaku linguistis itu yang materinya dibuat dalam teks dipisahkan dari situasi tuturan umum yang hanya sebagai perilaku reseptif pembaca, dasar umumnya dipahami dalam makna sistematis, bukan makna historis. Dalam teks, perilaku ujaran memiliki kualitas pengetahuan dalam melayani transmisi serta disimpan untuk penggunaan sesudahnya dalam bentuk tertulis yang konstitutif untuk penggunaan istilah sehari-hari.

Jadi, teks lebih dipandang sebagai fenomena linguistis yang berdiri sendiri dan terpisah dari situasi tuturan. Sementara itu, wacana merupakan teks yang berada dalam situasi tuturan menurut van Dijk wacana adalah teks “dalam konteks”. Dalam wacana terkandung makna konteks yang lebih luas. Wodak merumuskan wacana sebagai totalitas interaksi dalam ranah tertentu (misalnya wacana gender). Wacana itu dikuasai secara sosial dan dikondisikan secara sosial. Untuk tujuan analisis wacana harus dilihat dari tiga dimensi secara simultan (Fairclough, 1995: 98), yaitu teks-teks bahasa, praksis kewacanaan, praksis sosialkultural. Menganalisis sebuah wacana secara kritis pada hakikatnya adalah menganalisis tiga dimensi wacana tersebut sebagai aplikasi dialektis

 

  1. 5.      Bahasa, Teks, dan Konteks Sosial dalam Analisis Wacana Kritis

 

Bahasa sebagai Semiotik Sosial

Bahasa sebagai salah satu dari sejumlah sistem makna, seperti tradisi, mata pencaharian, dan sistem sopan santun, secara bersama-sama membentuk budaya manusia. Dalam proses sosial ini, konstruk realitas tidak dapat dipisahkan dari konstruk sistem semantis, di tempat realitas itu dikerjakan. Dalam tingkatan yang sangat konkret, bahasa tidak berisi kata-kata, klausa-klausa atau kalimat-kalimat, tetapi bahasa berisi teks atau wacana, yakni pertukaran makna. Dalam konteks interpersonal, konteks tempat makna itu dipertahankan, sama sekali bukan tanpa nilai sosial. Melalui tindakan makna sehari-hari, masyarakat memerankan struktur sosial, menegaskan status dan peran yang dimilikinya, serta menetapkan dan mendefinisikan sistem nilai dan pengetahuan.

 

Teks

Teks berkaitan dengan apa yang secara aktual dilakukan, dimaknai, dan dikatakan oleh masyarakat dalam situasi yang nyata. Halliday (1978:40) menyatakan bahwa teks adalah suatu pilihan semantis data konteks sosial, yaitu suatu cara pengungkapan makna melalui bahasa lisan atau tulis. Semua bahasa hidup yang mengambil bagian tertentu dalam konteks situasi dapat disebut teks. Dalam hal ini ada empat catatan mengenai teks yang perlu dikemukakan sebagai berikut:

1)      Teks pada hakikatnya adalah sebuah unit semantis

2)      Teks dapat memproyeksikan makna pada level yang lebih tinggi

3)      Teks pada hakikatnya sebuah proses sosiosemantis

4)      Situasi merupakan faktor penentu teks

 

Konteks Situasi

Halliday menyebutkan bahwa situasi merupakan lingkungan tempat teks datang pada kehidupan. Untuk memahami teks dengan sebaik-baiknya diperlukan pemahaman terhadap konteks situasi dan konteks budaya. Dalam pandangan Halliday, konteks situasi terdiri dari tiga unsur, yaitu medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Jones memandang medan wacana sebagai konteks situasi yang mengacu pada aktivitas sosial yang sedang terjadi serta latar institusional tempat satuan-satuan bahan itu muncul. Dalam medan wacana terdapat tiga hal yang perlu diungkap, yaitu ranah pengalaman, tujuan jangka pendek, dan tujuan jangka panjang.

Jones memandang pelibat wacana sebagai konteks situasi yang mengacu pada hakikat hubungan timbal balik antarpartisipan, termasuk pemahaman dan statusnya dalam konteks sosial dan linguistik. Ada tiga hal yang perlu diungkap dalam pelibat wacana, yaitu peran agen atau masyarakat, status sosial, dab jarak sosial. Ada tiga wacana tentang realitas sosial, yaitu:

1)      Wacana adalah bagian dari aktivitas sosial

2)      Representasi, yaitu suatu proses dari praktik-praktik sosial

3)      Wacana menggambarkan bagaimana sesuatu terjadi dalam identitas-identitas konstitusi

 

Studi Kultural

Sebelum melangkah kepada pembahasan Analisis Wacana Kritis (AWK), maka perlu dibahas apa yang disebut Studi Kultural (SK). Studi ini mempunyai ciri-ciri yang dievaluasikan dalam lima prinsip, yaitu:

1)      SK mengkritisi praktik kebudayaan dalam hubungannya dengan kekuasaan.

2)      SK tidak terbatas pada kebudayaan dalam pengertian konvensional.

3)      SK bukan hanya gerakan intelektual, melainkan juga gerakan moral dan operasional demi perbaikan kinerja kebudayaan secara keseluruhan.

4)      SK berupaya membongkar penghalang-penghalang pengetahuan demi lancarnya lalu lintas antardisiplin ilmu dan pengetahuan.

5)      SK meyakini paham rekonstruktivisme dalam menelaah budaya.

 

sumber:

Analisis Wacana Kritis

Karya Prof. Dr. Hj. Yoce Alian Darma, M.Pd.

Resensi Novel Selasa, Mar 6 2012 

Judul Novel      : Sayap-Sayap Patah

Penulis              : Kahlil Gibran

Penerjemah      : M. Ruslan Shidieq

 

a. Sinopsis

Buku ini menceritakan bagaimana perasaan hati seorang pria yang senantia menjaga amanah dari ayah teman wanitanya, Yang ingin ia selalu menjaga anak perempuannya meskipun cintanya harus dipendam karena wanita itu menikah dengan pria lain.

Tepat pada saat itu seorang muncul dari belakang tirai beledu di pindu dan berjalan mendekati kami. Farris Effandi ( teman lama ayahku ) dan aku bangkit dari tempat duduk kami “Ini anak perempuanku Selma “, kata orang tua itu. Ia memperkenalkan gadis itu padaku. Dia bagaikan buku yang tidak pernah bisa kuselesaikan membacanya. Karena setiap kunjungan memberiku makna baru pada kecantikannya dan pandangan baru ke dalam jiwanya yang manis.
Satu jam berlalu, setiap menit adalah satu tahun cinta. Keindahan malam itu berubah ketika kereta yang mengantarkan ayahnya telah kembali dan mengatakan bahwa Selma akan dinikahkan dengan kemenakan Uskup Bulos, Mansour Bey Galib. Aku memberinya semangat meskipun hati ini terasa hancur karena putusan itu hadir disaat cintaku mulai tumbuh “Mari, Selma, mari kita menjadi menara yang kuat di tengah prahara. Mari kita berdiri seperti prajurit gagah berani dihadapan musuh dan menghadapi senjatanya. Jika kita terbunuh, kita akan mati sebagai orang suci, dan jika kita menang, kita akan hidup sebagai pahlawan. Menghadapi halangan dan kesulitan lebih mulia daripada mundur mencari ketenangan. “ ……….. Namun semua harus berjalan sesuai takdir yang telah dituliskan, Selma harus menikah dengan dan Mansour Bey.

Sisi ketegangan tetap terjadi dikala Selma tetap menemui sang kekasih secara diam – diam. Bahkan Uskup Bulos memerintahkan kepada semua pelayan dan pengawalnya untuk memperhatikan gerak – gerik Selma. Meskipun cinta diantara mereka sangat besar, Selma tetap memilih mengakhiri pertemuan sembunyi – sembunyinya dengan ciuman mesra yang pertama dan terkahir, karena dia tidak ingin sang kekasih merasakan derita yang dia alami. Bertahan dikehampaan cinta sang kekasih, Selma berusaha menjadi istri yang baik. Karena setiap hari Mansour selalu menanyakan kapan Selma dapat memberinya keturunan, meskipun dia sendiri selalu sibuk dengan wanita – wanita yang menjual tubuhnya hanya untuk sepotong roti. Doa yang tak pernah putus selalu memberikan berita yang baik. Selma hamil, meskipun ketika melahirkan dia harus berjuang antara hidup dan mati. Burung dengan sayap – sayap yang patah tak selamanya mampu bertahan dan akhirnya Selma harus menghadap Sang Pencipta setelah dia melahirkan bayi laki – laki yang usianya hanya sebatas sinar matahari pagi.
Semua pengantar jenazah telah pergi, ketika aku bertanya kepada si penggali kubur “apakah anda ingat dimana Farris Effandi dimakamkan ? “ Dia memandangku sambil berkata ….”Disini, aku menempatkan anak perempuan diatasnya dan didada anak perempuan ini beristirahat anaknya…. …..”

 

b. Alur

 

Novel ini menggunakan alur maju

 

c. Tema

 

Kasih Tak Sampai

 

d. Sudut Pandang

 

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama      karena penulis menceritakan tentang pengalaman pribadinya

e. Tokoh

 

  • Kahlil Gibran
  • Selma Karamy
  • Faris Effandi Karamy
  • Uskup Bulos Galib
  • Mansour Bey Galib

 

f. Bentuk paragraf serta jumlah % pada paragraph

 

       a. Paragraf Naratif

Paragraf naratif yang terdapat dalam novel ini sebanyak 16,6%.

 

       b. Paragraf Deskriptif

Paragraf deskriptif yang terdapat dalam novel ini sebanyak 49,4%.

 

       c. Dialog

Dialog yang terapat dalam novel ini sebanyak 33,9%.

g. Istilah-istilah Sulit

 

Uskup              : wali gereja, pendeta

Pusara              : kubur, kuburan ; tali, biasanya dalam arti kendali, pimpinan, yang

memegang pimpinan Negara

Ngarai              : jurang yang dalam diantara tebin yang curam

Nisan               : nama salah satu bulan syamsiah (matahari) dalam bahasa suryani,

padanannya adalah April

Isytar                : nama salah satu tokoh dewa dalam mitologi Babilonia dan Assyria, dan

dikenal sebagai Dewi Ibu Agung di Timur Tengah Purba. Dikenal di

phoenisia sebagai Astarte atau Asytartoth, di Yunani sebagai Dewi

Aphrodite, dan di Romawi sebagai Venus

Phoenisia          : wilayah purba yang terbentang sepanjang pantai Asia Barat dari Ugarith

(Ras Shamra) hingga Accho (Acre,’Akka), sekarang menjadi wilayah

Republik Libanon dan pantai selatan Suriah

 

 

 

 

 

h. Biografi Pengarang

 

Kahlil Gibran lahir di Bisharri, kota kecil di kaki Pegunungan Cedar nun di Lebanon Utara, 6 januari 1883. Dialah penyair, pelukis dan pemikir yang mengunjungi hati manusia di seantero dunia. Dengan jalinan metapora yang di petik dari alam raya, ia menebarkan puisi dan prosa yang tak habis-habisnya memancarkan pesona. Benih-benih seni dalam jiwa Gibran konon disemaikan oleh ibunya, Kamila. Ketika berumur 12 tahun ia di ajak oleh ibunya tinggal di Boston, Ameika Serikat. Namun tiga tahun kemudian Gibran kembali ke Libanon untuk memperdalam Bahasa Arab. Sepeninggal ibunya, ia belajar mengarang dan melukis. Ia kemudian hijrah ke Paris untuk mengembangkan pengetauhuanya di bidang seni. Akhirnya ia menetap di New York dan wafat pada 10 april 1931. Ia di kebumikan di tanah kelahirannya.

 

i. Penerbit

PT. Dunia Pustaka Jaya

 

j. Cetakan

Ke-9, tahun 2002

 

k. Jumlah Halaman

132 halaman

pengertian kata mendengar, mendengarkan, menyimak Minggu, Feb 19 2012 

Mendengar mempunyai makna dapat menangkap bunyi dengan telinga. Sadar atau tidak, kalau ada bunyi, alat pendengar kita akan menangkap atau mendengar bunyi-bunyi tersebut. Proses mendengar terjadi tanpa perencanaan tetapi datang secara kebetulan. Bunyi-bunyi yang hadir di telinga itu mungkin menarik perhatian, mungkin juga tidak.

Mendengarkan adalah merespon atau menerima bunyi secara disengaja. Memperhatikan dengan baik apa yang dikatakan oleh orang lain yang sudah mulai melibatkan unsur kejiwaan yang berarti aktivitas mental sudah muncul, hanya belum setinggi aktivitas menyimak.

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujian atau bahasa lisan.

Hello world! Kamis, Feb 9 2012 

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.